(kanan-kiri) Emilya Tjahjadi, Direktur Bank SMBC Indonesia, Jun Saito, Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia, Steven Beck, Head for Trade and Supply Chain Finance Asian Development Bank (ADB), dan Bobur Alimov, Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank SMBC Indonesia dan ADB di Jakarta, Kamis (27/8). Foto: SMBCPT Bank SMBC Indonesia Tbk telah meneken kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB). Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperluas dan memperkuat kapabilitas utamanaya dalam pembiayaan perdagangan.Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia Jun Saito menjelaskan dalam skema tersebut, ADB akan berperan sebagai mitra partisipasi risiko strategis bagi portofolio pembiayaan perdagangan dan rantai pasok milik Bank SMBC Indonesia.“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kami untuk terus meningkatkan kapabilitas serta menyediakan solusi yang mendukung kebutuhan bisnis nasabah yang terus berkembang dalam sebuah ekosistem bisnis yang lebih luas,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8).Dengan kerja sama itu, Saito menjelaskan Bank SMBC terbantu dalam aspek memperluas pembiayaan bagi pelaku industri di berbagai segmen melalui unfunded risk participation scheme.Di samping itu, kemitraan tersebut juga dirancang secara pruden untuk memperkuat mekanisme kontingensi kredit yang sudah berjalan dan menjaga kualitas kredit Bank SMBC Indonesia agar tetap sehat. Jun menegaskan, kerja sama juga dipastikan sejalan dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik yang mencakup proses uji tuntas nasabah, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta pemantauan portofolio secara berkelanjutan.(kanan-kiri) Emilya Tjahjadi, Direktur Bank SMBC Indonesia, Jun Saito, Wakil Direktur Utama Bank SMBC Indonesia, Steven Beck, Head for Trade and Supply Chain Finance Asian Development Bank (ADB), dan Bobur Alimov, Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia dalam penandatanganan perjanjian kerja sama antara Bank SMBC Indonesia dan ADB di Jakarta, Kamis (27/8). Foto: SMBC“Kerangka kerja tersebut mendukung penerapan praktik perbankan yang berprinsip kehati-hatian dan sejalan dengan standar internasional,” ujarnya.Ia juga menjelaskan bahwa pembiayaan perdagangan dan rantai pasok merupakan salah satu solusi strategis Bank SMBC Indonesia untuk menjaga pertumbuhan. Hal ini juga terus dilakukan dengan meningkatkan kapabilitas sistem dan produk dari segmen korporasi hingga mikro.“Kolaborasi ini semakin memperkuat peran Bank SMBC Indonesia sebagai mitra keuangan tepercaya dalam mendukung aktivitas perdagangan dan rantai pasok di Indonesia. Sinergi ini diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, meningkatkan ketahanan ekosistem perdagangan, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Saito.Terkait pertumbuhan bisnis, per akhir Juni 2026 Bank SMBC Indonesia mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi di segmen korporasi dan komersial sebesar 12,8 persne secara tahunan menjadi Rp 116,5 triliun.Di samping itu, pertumbuhan kredit yang positif juga dicatatkan oleh segmen bisnis lainnya, seperti Jenius yang tumbuh 9,9 persen secara tahunan menjadi Rp 3,69 triliun, BTPN Syariah yang tumbuh 8,7 persen secara tahunan menjadi Rp 11,03 triliun, serta pembiayaan melalui anak usaha OTO & SOF yang meningkat 5,8 persen secara tahunan menjadi Rp 31,89 triliun.