Tahun Lalu 13.000 Pengunjung, Festival Lampion akan Digelar Lagi di Goa Cemara

Wait 5 sec.

Gelaran Festival Lampion Jogja tahun 2025. Foto: Dok. Istimewa.Festival Lampion Jogja pada tahun 2025 di Pantai Goa Cemara, Bantul, mencatat sekitar 13.000 pengunjung. Sebanyak 90 persen pengunjung berasal dari luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sehingga festival malam di Pantai Goa Cemara, Bantul, ini dinilai berpotensi mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja di daerah.Founder Festival Lampion Jogja dan Inspiratif Production, Danang Harya Saputra, mengatakan data pengunjung yang tercatat di situs resmi festival belum mencerminkan keseluruhan jumlah, karena sebagian besar wisatawan membeli tiket melalui biro perjalanan dan platform daring yang mayoritas berasal dari luar Jogja."Pengunjungnya mungkin yang tahun 2025 kemarin bisa 10 persen atau kurang dari 10 persen itu orang Jogjanya. Jadi 90 persen dari 12.900-an orang itu bukan orang Jogja," katanya.Gelaran Festival Lampion Jogja tahun 2025. Foto: Dok. Istimewa.Danang menambahkan, tingginya jumlah pengunjung dari luar daerah turut berdampak pada perputaran ekonomi di sekitar lokasi festival."Kalau misalnya dari 13.000 orang itu spend Rp500 ribu saja, perputaran uangnya itu Rp21 miliar lebih. Kalau spend-nya Rp1 juta, berarti Rp45 miliar lebih dampak dari event lampion ini," ujarnya.Festival tersebut akan kembali digelar pada 3 Oktober 2026 di Pantai Goa Cemara. Selain pelepasan lampion, penyelenggara mempertahankan konsep pengalaman wisata di kawasan pesisir sebagai daya tarik utama.Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Saryadi, mengatakan pola perjalanan wisatawan kini mulai bergeser. Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga mencari pengalaman dengan terlibat langsung dalam aktivitas yang ditawarkan."Sekarang mulai bergeser tren wisatawan itu tidak hanya sekadar datang dan melihat, tetapi juga datang melihat dan terlibat langsung ikut merasakan dan menikmati proses yang ada di destinasi itu," kata Saryadi, saat ditemui Pandangan Jogja, Jumat (21/8).Menurut dia, penyelenggaraan pada malam hari juga menjadi peluang untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dari luar daerah. Pengunjung yang datang dari luar DIY cenderung membutuhkan waktu lebih panjang sebelum kembali ke daerah asal.Gelaran Festival Lampion Jogja tahun 2025. Foto: Dok. Istimewa."Karena pengunjungnya relatif dominan dari luar daerah kemudian event-nya juga malam hari maka memaksa pengunjung itu untuk tinggal lebih lama," ujarnya.Saryadi mengatakan lama tinggal wisatawan berkaitan dengan potensi belanja di daerah, mulai dari akomodasi, kuliner, transportasi hingga aktivitas wisata. Pada penyelenggaraan sebelumnya, festival juga melibatkan sekitar 30 tenant UMKM kuliner.Dari sisi penjualan, tiket kategori couple menjadi yang paling diminati pada 2025 dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total penjualan. Pola tersebut menjadi pertimbangan penyelenggara dalam menyiapkan kategori tiket 2026.Gelaran Festival Lampion Jogja tahun 2025. Foto: Dok. Istimewa.Tahun ini, tiket Early Entry dijual Rp95.000 untuk satu orang yang masuk sebelum pukul 16.00 WIB tanpa lampion. Tiket Single Rp150.000 untuk satu orang tanpa lampion, Couple Rp360.000 untuk dua orang dengan satu lampion, dan Family Rp725.000 untuk lima orang dengan satu lampion.Tiket dapat diperoleh melalui kanal penjualan penyelenggara, termasuk situs resmi Festival Lampion Jogja dan TiketEvent.id.Dari sisi keamanan, Lanal Yogyakarta juga menyatakan siap mendukung pelaksanaan festival melalui personel, aset, dan material yang dimiliki."Pada prinsipnya, Lanal Yogyakarta mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Jadi, Lanal Yogyakarta berkomitmen kami akan mendukung aset-aset, personel, dan material yang kami miliki demi lancarnya kegiatan Festival Lampion di Goa Cemara ini," katanya.