President and CEO of Hyundai Motor Company, Jose Munoz saat presentasi 2026 CEO Investor Day Hyundai Motor Company. Foto: HyundaiHyundai Motor Company dipastikan tetap mempertahankan penggunaan baterai mobil listrik berbasis nikel, di tengah tren kendaraan elektrifikasi yang ramai memakai penyimpanan daya listrik jenis Lithium Fero Phosphate (LFP).Lewat laporan resmi perusahaan, Hyundai mengembangkan lebih jauh turunan dari teknologi E-GMP atau Electric-Global Modular Platform. Salah satunya adalah baterai, jenama Korea Selatan itu akhirnya sukses membuat sel baterai terbarunya secara mandiri.Inovasi sel baterai berbasis nikel tinggi atau high-nickel racikan mereka diklaim mampu memuntahkan tenaga lebih dari dua kali lipat dibanding versi sebelumnya dengan ukuran yang sama. Tidak hanya itu, ada sejumlah aspek yang ikut meningkat.Misalnya, calon baterai nikel generasi terbaru Hyundai ini disebut 40 persen lebih cepat ketika proses pengisian daya. Dipadukan dengan Battery Management System (BMS) berbasis cloud yang dapat memperpanjang usia pemakaian hingga 20 persen.President and CEO of Hyundai Motor Company, Jose Munoz saat presentasi 2026 CEO Investor Day Hyundai Motor Company. Foto: HyundaiMenariknya, peningkatan tersebut justru membuat ongkos produksi baterai Hyundai terpangkas hingga 30 persen. Rencananya, baterai tersebut mulai disematkan pada model-model elektrifikasi anyar Hyundai ke depannya mulai 2028.Pengembangan baterai tersebut memiliki tujuan lain dibanding sekadar peningkatan teknologi. Pasalnya, Hyundai berencana akan meluncurkan ratusan model baru yang sebagian besar berupa elektrifikasi.Salah satunya adalah jenis EREV atau Extended-Range Electric Vehicle yang dinilai sangat ideal untuk menggunakan baterai baru tersebut. Model penjelajah jarak jauh sekali isi energi ini dijadwalkan hadir pada paruh pertama 2027."Penggunaan komponen termutakhir pada jajaran EREV dinilai sangat efisien karena hanya memakan kurang dari separuh kapasitas baterai mobil listrik murni. Meski kapasitasnya dipangkas, kendaraan tetap dipastikan mampu menyuguhkan dinamika dan performa berkendara layaknya EV sesungguhnya," tulis Hyundai Motor.President and CEO of Hyundai Motor Company, Jose Munoz saat presentasi 2026 CEO Investor Day Hyundai Motor Company. Foto: HyundaiDi luar efisiensi biaya dan umur pakai, aspek keamanan pengguna tetap menjadi harga mati lewat kehadiran inovasi keselamatan tingkat tinggi bernama Thermal Runaway Protection atau disingkat TRP guna mengurangi risiko kebakaran mendadak.Perlindungan ini bekerja mengandalkan struktur penghalang fisik antar-sel serta sistem pembuangan suhu panas langsung dari sumber utamanya, terlepas dari apa pun jenis baterai yang digunakan. Komponen BMS tadi menjadi peran kunci utama.Keandalan sistem teknologi TRP ini sendiri telah divalidasi secara ketat melalui lebih dari 200 pengujian berulang pada baterai NCM jenis prismatik maupun pouch. Ke depannya, inovasi perlindungan ekstra tersebut rencananya akan menjalani debut di merek Genesis.President and CEO of Hyundai Motor Company, Jose Munoz saat presentasi 2026 CEO Investor Day Hyundai Motor Company. Foto: Hyundai