14 Bayi Meninggal dalam Kebakaran RS di Pakistan, Diduga karena AC Meledak

Wait 5 sec.

Seorang pria membawa jenazah bayi yang menjadi korban tewas kebakaran di luar bangsal Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) saat prosesi pemakaman di Rawalpindi, Pakistan, Rabu (26/8/2026). Foto: Aamir Qureshi / AFPKebakaran melanda bangsal bersalin Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, pada Kamis (27/8) pagi. Saat kejadian, 15 bayi berada di ruang NICU dalam kondisi darurat. Sebanyak 14 bayi meninggal dunia dan hanya satu bayi yang berhasil diselamatkan.Juru bicara PIMS, Dr Aneeza Jalil, mengatakan bayi-bayi tersebut tengah menjalani perawatan intensif ketika kebakaran terjadi. Api muncul di ruang nursery dan membesar dengan cepat. Laporan awal menyebut percikan atau ledakan dari sistem pendingin udara sebagai dugaan pemicu, tetapi penyebab pasti masih dalam penyelidikan.Asap Tebal Hambat Proses EvakuasiSeorang petugas medis berjalan melewati lorong yang rusak di lokasi kebakaran luar bangsal Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, Kamis (27/8/2026). Foto: Farooq NAEEM / AFPAsap tebal memenuhi area bangsal dan membuat proses evakuasi semakin sulit. Petugas penyelamat bahkan harus menggunakan tangga dan memecahkan jendela untuk menjangkau ruang yang terbakar. Pihak rumah sakit menyebut petugas langsung berupaya menyelamatkan bayi dan mengevakuasi pasien dari bangsal.Situasi panik juga dirasakan keluarga pasien. Sardar Atti ur Rehman, 38, mengatakan istrinya baru melahirkan sehari sebelum kebakaran. Ia langsung mencari keluarganya ketika mendengar keributan, tetapi asap tebal membuatnya sulit melihat dan bernapas. Beruntung, istri dan bayinya berhasil selamat. Ia juga melihat sejumlah ibu menangis dan berusaha mencari bayi mereka yang masih berada di ruang ICU.Seorang ayah menangis usai anaknya menjadi korban tewas kebakaran di luar bangsal Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, Rabu (26/8/2026). Foto: Aamir Qureshi / AFPBayi Dirawat dengan Inkubator dan OksigenSementara Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal, mengatakan sejumlah bayi berada di dalam inkubator dan menggunakan tabung atau suplai oksigen ketika kebakaran terjadi. Oksigen dapat memperparah kobaran api ketika terjadi kebakaran.Laporan awal menyebut api diduga berasal dari unit AC yang mengalami gangguan. Namun, komite kesehatan parlemen Pakistan menyatakan penyebab kebakaran masih perlu diperiksa lebih lanjut dan diduga berkaitan dengan gangguan teknis.Keluarga Pertanyakan Keselamatan Rumah SakitSeorang ibu menangis usai anaknya menjadi korban tewas kebakaran di luar bangsal Kesehatan Ibu dan Anak (MCH) di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), Islamabad, Pakistan, Rabu (26/8/2026). Foto: Aamir Qureshi / AFPTragedi ini memunculkan pertanyaan mengenai sistem keselamatan dan proses evakuasi rumah sakit. Sejumlah keluarga mengaku akses menuju ruang bayi sulit dibuka saat kebakaran, hingga tim penyelamat harus memecahkan jendela untuk masuk. Kesaksian mengenai kondisi tersebut kini menjadi bagian dari penyelidikan.Pihak PIMS menyatakan petugas telah berupaya melakukan penyelamatan dan mengevakuasi pasien dari bangsal yang terdampak.Seorang pria duduk di samping rangkaian bunga untuk menhormati kepada bayi-bayi yang tewas dalam kebakaran di Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) di Islamabad, Pakistan, Kamis (27/8/2026). Foto: Farooq NAEEM / AFPKini, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kebakaran tersebut. Pemerintah membentuk komite pencari fakta untuk mengusut penyebab kebakaran, respons darurat, serta kemungkinan adanya kelalaian.Kebakaran di PIMS menjadi salah satu tragedi kebakaran rumah sakit paling mematikan di Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Di balik angka korban, terdapat keluarga yang baru saja menyambut kelahiran buah hati dan harus menghadapi kehilangan dalam hitungan menit.