BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah telah menutup 290 badan usaha milik negara (BUMN) yang tidak berkinerja baik dan merugi. Langkah tersebut menghemat biaya operasional hingga Rp50 triliun.“Dalam kurang dua tahun pemerintah yang saya pimpin, kita telah menutup 290 BUMN yang tidak menguntungkan, yang tidak punya kinerja baik, yang rugi kita tutup 290 BUMN,” kata Prabowo saat menutup Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Senin.Prabowo mengatakan pemerintah akan melanjutkan efisiensi BUMN hingga akhir 2026. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN tersisa sekitar 200-250 perusahaan.Menurut Prabowo, pengurangan jumlah BUMN dapat menghemat sekitar Rp100 triliun dari biaya rutin, termasuk gaji direksi dan komisaris.“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” ujarnya.Prabowo juga mengatakan pemerintah telah menghemat hampir Rp300 triliun setiap tahun dari berbagai sektor. Pemerintah akan mengalihkan dana tersebut untuk membiayai berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.“Uang inilah yang kita alihkan, yang kita gelontorkan sebesar-besarnya untuk rakyat,” kata Prabowo. (*)