Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan sambutannya pada Peluncuran Pasar Renewable Energy Certificate dan Sinergi Ekosistem Pasar Derivatif di Jakarta, Rabu (9/7/2025). Foto: Reno Esnir/ANTARA FOTOKetua Satuan Tugas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap masih banyak keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah layak huni. Berdasarkan data yang telah terdaftar, jumlahnya mencapai sekitar 9 juta keluarga."Ada 9 juta rakyat kita, keluarga ya, yang belum punya rumah layak huni yang terdaftar, yang terdaftar," ucap Hashim dalam acara Penyerahan 30 Sertifikat Hak Milik Rumah Cahaya kepada Pahlawan Terlupakan di Menara II BTN, Jakarta, Senin (31/8).Namun, jumlah keluarga yang sudah memiliki rumah namun kondisinya tidak layak huni jauh lebih besar, diperkirakan mencapai 20 hingga 27 juta keluarga. Deretan rumah yang masih dalam tahap pembangunan perumahan di Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (3/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Andry Denisah"Yang juga punya rumah tapi tidak layak huni itu lebih dari 22 juta. 20-27 juta belum final. Kalau nggak salah sensus ekonomi ya, sedang berjalan," ucapnya.Menurut Hashim, persoalan ini menjadi salah satu perhatian utama pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sebab penyediaan rumah layak huni berkaitan langsung dengan kualitas hidup rakyat. "Maka, kita mau, dan kenapa Pak Prabowo, kita mau bikin, kita mau buat bangsa Indonesia bahagia," ujarnya.Ia menambahkan bahwa isu ini menjadi tanggung jawab bersama, khususnya bagi Presiden Prabowo Subianto selaku mandataris rakyat dan jajarannya sebagai pembantu presiden. "Jadi ini tugas kita, tugas Pak Prabowo, sebagai mandataris daerah rakyat, tugas kita sebagai pembantu," tuturnya.