Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (MUSRENBANG) Provinsi Jawa Barat 2026 di Gedung Pakuan, Rabu (15/4/2026). Foto: Abisatya/kumparanGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) mendatangi rumah korban ledakan yang diduga berasal dari gas elpiji di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8) siang.Kedatangan KDM disebut keluarga korban berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB. KDM datang untuk melihat langsung kondisi rumah yang menjadi lokasi ledakan serta menemui keluarga korban.Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanKanah (36), keluarga korban, mengatakan KDM sempat melihat kondisi rumah, termasuk bagian dapur tempat ledakan terjadi. KDM juga menanyakan kronologi kejadian kepada keluarga."KDM ngelihat kondisi ini (rumah) sama kondisi dapur, terus sama (ada) orang wawancara kenapa-kenapanya gitu," kata Kanah saat ditemui kumparan di lokasi, Minggu (30/8) siang.Selain melihat lokasi kejadian, KDM memberikan bantuan kepada keluarga korban.Menurut Kanah, bantuan tersebut diberikan untuk dua korban meninggal, korban yang masih menjalani perawatan, serta keluarga yang mendampingi korban di rumah sakit.Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanKanah mengatakan KDM juga menyampaikan komitmen untuk membantu biaya pengobatan korban hingga sembuh apabila biaya tersebut tidak dapat ditanggung melalui program kesehatan dari pemerintah."Pokoknya proses pengobatannya kalau nggak bisa pakai KIS ditanggung sama KDM semua sampai sembuh," jelas dia.Ledakan itu terjadi pada Jumat (28/8) sekitar pukul 04.00 WIB. Enam orang menjadi korban dalam insiden itu, dua di antaranya yang merupakan ayah dan anak tewas.Korban tewas itu bernama Deni Setiawan (36) dan putranya, Raihan Alfarizky (7). Mereka sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Kabupaten Bekasi karena luka bakar 90%, namun nyawanya tidak tertolong.Kondisi dapur rumah korban ledakan gas di Kampung Pulo Kapuk, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (30/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanBerdasarkan keterangan keluarga, peristiwa bermula ketika Enah, pemilik rumah, sedang menghangatkan nasi menjelang subuh. Saat itu diduga terjadi kebocoran pada tabung gas yang digunakan untuk memasak.Menyadari adanya kebocoran, Enah kemudian meminta bantuan menantunya untuk memeriksa dan memperbaiki tabung gas tersebut.Namun, sebelum sempat ditangani, terdengar satu kali ledakan keras dari dalam rumah.