Sebaran titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Indonesia yang dirilis BMKG, Rabu (2/9/2026). Foto: X/ @InfoHumasBMKGBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebaran titik panas dengan kepercayaan tinggi (high confidence) di wilayah Indonesia pada Rabu (2/9). Berdasarkan pemantauan, Kalimantan Barat mencatatkan titik panas terbanyak, yaitu 907 titik, disusul Kalimantan Tengah sebanyak 671 titik.Rincian lengkapnya sebagai berikut:Kalimantan Barat: 907Kalimantan Selatan: 75Kalimantan Tengah: 671Kalimantan Timur: 61Kalimantan Utara: 27Gorontalo: 3Jambi: 4Jawa Tengah: 2Jawa Timur: 10Kepulauan Bangka Belitung: 13Kepulauan Riau: 1Lampung: 10Maluku: 41Maluku Utara: 6Nusa Tenggara Barat: 12Nusa Tenggara Timur: 42Papua Barat: 10Papua Barat Daya: 1Papua Selatan: 13Sulawesi Selatan: 6Sulawesi Tengah: 17Sulawesi Tenggara: 6Sumatera Selatan: 95"Sebaran titik panas yang cukup tinggi ini perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko karhutla. Tetap siaga dan hindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” imbau BMKG.SiPongi Kemenhut RISeorang petani setempat menyemprotkan air untuk mencoba memadamkan kebakaran hutan yang membakar perkebunan kelapa sawitnya di Sungai Putri, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERSSementara, dikutip dari akun Kementerian Kehutanan RI, berdasarkan data SiPongi yang bersumber dari satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, pada 1 September 2026 pukul 21.25 WIB, terdeteksi 1.370 hotspot berkategori high confidence."Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi," jelasnya.Umat Islam berdoa usai melaksanakan Shalat Istisqa di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO Ditambahkan juga, hotspot merupakan indikasi titik panas dari penginderaan satelit dan tidak selalu berarti kebakaran.Kemenhut juga menjalskan, tim gabungan terus melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman darat, water bombing, patroli udara, serta upaya pencegahan dan pengendalian di wilayah prioritas.Operasi melibatkan Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, masyarakat, dan para pihak."Sebanyak 53 unit armada udara dikerahkan, dengan 19 armada untuk patroli udara dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), seerta 34 armada lainnya dikerahkan untuk waterbombing," jelas Kemenhut.Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Foto: Irfan Sumanjaya/ANTARA FOTO