9 AHWA Sepakat Pilih Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031

Wait 5 sec.

KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Kantor PWNU Jatim, Surabaya, Senin (15/1/2024). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparanSembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) secara mufakat menetapkan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.Keputusan tersebut diambil dalam sidang AHWA di Ndalem Kasepuhan Kiai Wahab Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8)."Setelah melakukan musyawarah dari 5 nama calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031," kata anggota AHWA KH Anwar Iskandar saat membacakan hasil keputusan sidang AHWA di hadapan muktamirin.Gus Kikin ditetapkan setelah sembilan anggota AHWA bermusyawarah untuk menentukan sosok yang akan memimpin jajaran Tanfidziyah PBNU selama lima tahun ke depan.Penetapan tersebut menjadi bagian dari mekanisme baru pemilihan Ketua Umum PBNU yang sebelumnya disepakati dalam sidang pleno Muktamar ke-35 NU. Para muktamirin memilih opsi perubahan dengan menyerahkan pemilihan Ketua Umum kepada AHWA setelah melalui proses penjaringan calon.Sebelumnya, lima calon Ketua Umum PBNU masa khidmat 2026-2031 terpilih berdasarkan perolehan suara terbanyak dalam proses penjaringan yang berlangsung sejak Minggu (30/8) hingga Senin (31/8) dini hari.Sidang Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di Ndalem Kasepuhan rumah tinggal Kiai Wahab Hasbullah Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Minggu (30/8/2026). Foto: Dok. IstimewaLima calon tersebut yakni:KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) — 472 suaraKH Zulfa Mustofa — 262 suaraKH Abdussalam Sochib (Gus Salam) — 261 suaraKH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) — 258 suaraKH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) — 155 suaraKelima nama tersebut kemudian diserahkan kepada Rais Aam untuk dimusyawarahkan bersama sembilan anggota AHWA guna menentukan Ketua Umum PBNU periode berikutnya. Akhirnya, Gus Kikin yang dipilih.