Ketika Banjir Mengubah Cara Nepal Melepas Jenazah

Wait 5 sec.

Kondisi lumpur yang menutupi pemukiman warga pascabencana banjir bandang di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal, Kamis (27/8/2026). Foto: Navesh Chitrakar/REUTERSNepal mulai menguburkan sebagian dari ratusan jenazah yang ditemukan usai banjir bandang melanda. Penguburan dilakukan usai sebelumnya jenazah diambil sampel DNA dan ditandai, agar sewaktu-waktu keluarga bisa mengambilnya kelak. Penguburan dilakukan pada Minggu (30/8).Dikutip dari AFP, di Nepal yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, jenazah biasanya dikremasi di atas kayu bakar pemakaman. Penguburan ini dipandang sebagai tempat sementara hingga pihak keluarga dapat mengambilnya, kemudian mengkremasinya.Pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri, Amrit Bahadur Rai, mengatakan kepada wartawan bahwa semua jenazah yang dikuburkan telah dicatat dengan cermat. Namun, ia juga meminta dukungan internasional, memasok alat penyimpan jenazah.Pengumuman mengenai penguburan ini disampaikan saat kementerian penanggulangan bencana Nepal kembali memperbarui data korban pada hari Minggu, mencatat 752 jenazah ditemukan dan 2.502 orang hilang.Daftar tersebut mencakup 589 warga negara asing yang belum diketahui nasibnya."Mengikuti protokol standar yang diakui, seperti yang ditetapkan oleh ICRC (Palang Merah), jenazah para korban, terutama yang tidak dapat dikenali, telah dikuburkan untuk sementara waktu," ujar Rai kepada wartawan."Tim medis mengambil sampel DNA dari setiap korban sebelum penguburan agar keluarga dapat melakukan pencocokan data di kemudian hari, serta diizinkan untuk melakukan penggalian kembali guna melaksanakan ritual yang diperlukan," sambungnya.Nepal telah meminta bantuan berupa unit penyimpanan pendingin dan perangkat tes DNA karena kewalahan menangani banyaknya jenazah yang harus disimpan dengan aman."Kami telah meminta bantuan unit pendingin kepada berbagai negara; kami membutuhkan lebih dari seribu unit," tambah Rai."Banyak jenazah telah dikumpulkan dan mulai membusuk. Demi menjaga kesehatan masyarakat, kami harus menguburkan jenazah yang mulai membusuk tersebut," imbuhnya.