Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockIndeks-indeks utama Wall Street ditutup melemah pada akhir pekan, Jumat (29/8). Para investor tampak mulai berhati-hati setelah Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, kembali menegaskan komitmen bank sentral AS untuk memangkas inflasi. Mengutip Reuters, sikap tegas tersebut mendorong spekulasi pasar bahwa suku bunga acuan berpotensi kembali dinaikkan.Pada Senin (31/8), indeks S&P 500 terkoreksi 19,23 poin atau 0,25 persen ke level 7.711,76. Nasdaq Composite melemah 138,93 poin atau 0,52 persen menjadi 26.402,42, sementara Dow Jones Industrial Average turun tipis 9,45 poin atau 0,02 persen ke posisi 53.559,99.Meski begitu, ketiga indeks utama tersebut masih mencatatkan penguatan sepanjang pekan ini. S&P 500 menguat 0,49 persen, Nasdaq naik 0,85 persen, dan Dow Jones bertambah 0,53 persen.Dalam pidato perdananya di simposium tahunan Jackson Hole, Warsh menegaskan bahwa The Fed masih memiliki banyak pekerjaan jika belum ada tanda-tanda meyakinkan bahwa inflasi bergerak turun menuju target 2 persen secara cepat dan konsisten.Pernyataan ini langsung mendorong pelaku pasar memperbesar perkiraan kenaikan suku bunga pada September mendatang. Warsh juga menilai data inflasi paling gres belum memperlihatkan perubahan tren yang signifikan.Saat ini, pandangan pasar terbagi dua, sebagian memprediksi kenaikan suku bunga, sementara sisanya memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada September nanti. Kondisi membelah ini sejalan dengan beragamnya indikator data inflasi sepanjang bulan ini.“Pasar bereaksi cenderung terbatas karena dia (Warsh) sangat tegas mempertahankan target inflasi 2 persen. Sikapnya tetap hawkish dan konsisten dari sebelumnya. Investor yang sempat menyangka arah kebijakannya bakal melunak ternyata keliru,” ujar Kepala Strategi Pasar Nationwide, Mark Hackett.Penghormatan kepada Ratu Elizabeth muncul di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di layar papan iklan Nasdaq MarketSite di Times Square, di New York, AS, Kamis (8/9/2022). Foto: Andrew Kelly/ReutersDi sektor teknologi, saham produsen chip bergerak variatif setelah sempat melonjak pada sesi sebelumnya dipicu oleh laporan kinerja Nvidia yang melebihi perkiraan. Hasil positif Nvidia sendiri menegaskan bahwa demam bisnis kecerdasan buatan (AI) masih berlangsung tajam.Namun pada penutupan perdagangan, saham Nvidia yang merupakan salah satu raksasa kapitalisasi pasar justru melorot 4,6 persen. Marvell Technology bahkan anjlok 10,3 persen akibat kekhawatiran waktu pengakuan pendapatan dari proyek chip AI dengan Google, meski perusahaan baru saja menaikkan proyeksi pendapatan 2027.Di sisi lain, mayoritas saham berkapitalisasi raksasa lainnya bergerak menguat. Indeks S&P 500 ditopang kenaikan saham Alphabet sebesar 1,7 persen yang mendorong sektor komunikasi. Saham Apple turut menguat 1,6 persen, sementara Salesforce memperpanjang penguatannya dengan naik 1,6 persen dan turut menopang indeks Dow Jones.Sebaliknya, saham PayPal terjun bebas 12,7 persen setelah Bloomberg News melaporkan bahwa konsorsium ekuitas swasta Advent dan perusahaan pemroses pembayaran Stripe membatalkan rencana akuisisi terhadap PayPal.Kabar positif datang dari saham ritel Gap yang melonjak hampir 13 persen. Lonjakan ini didorong oleh pengangkatan veteran industri Michael Francis sebagai CEO baru Old Navy serta revisi naik target laba tahunan perusahaan.Sementara saham Ulta Beauty terkikis 4,2 persen menyusul melambatnya pertumbuhan penjualan toko pada kuartal II 2026.Secara keseluruhan, pergerakan saham di Bursa Efek New York (NYSE) didominasi oleh pergerakan memerah dengan rasio saham turun banding naik sebesar 1,77 banding 1. Sebanyak 167 saham menyentuh rekor tertinggi baru, dan 107 saham menyentuh rekor terendah.Kondisi serupa terjadi di bursa Nasdaq, di mana 3.272 saham melemah dan 1.494 saham menguat, atau berbanding 2,19 banding 1 untuk keunggulan saham yang turun.Dari pergerakan teknis, lima saham di S&P 500 berhasil menyentuh rekor tertinggi 52 pekan dan tiga saham menyentuh rekor terendah. Sedangkan di Nasdaq, 51 saham menorehkan rekor tertinggi baru dan 120 saham terjatuh ke level terendah baru.Total volume transaksi perdagangan di bursa AS mencapai 15,68 miliar saham, tak jauh berbeda dari rata-rata harian 15,8 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.