Widya Puraya UNDIP. Foto: Shalstock/ShutterstockUniversitas Diponegoro memastikan dr. Yuda Nabella Prameswari, M.Biomed, mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Jiwa meninggal dunia karena sakit. Undip membantah almarhumah meninggal akibat bullying.Nurul Hasfi, Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik mengatakan, almarhumah meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RSUP dr. Kariadi Semarang karena sakit demam berdarah."Terkait informasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan meninggalnya almarhumah dengan dugaan perundungan. Sejauh ini, berdasarkan laporan resmi yang diterima universitas, almarhumah meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUP Dr. Kariadi karena sakit demam berdarah," ujar Nurul dalam keterangannya, Selasa (1/9)Ia menjelaskan, almarhumah meninggal pada 28 Agustus pukul 19.06 di ICU RSUP Kariadi, setelah sebelumnya dirawat selama 15 hari. Ia didampingi keluarga dan Departemen dan Program Studi."Almarhumah langsung dibawa kembali ke rumahnya di Serang, Banten," jelas dia.Ilustrasi nyamuk DBD pada kulit manusia. Foto: AUUSanAKUL/ShutterstockIa menyebut dr. Yuda merupakan angkatan ke-85 Program Studi Kedokteran Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro yang masih duduk di semester satu."Jadi almarhumah masih dalam masa orientasi dan baru menjalani perkuliahan selama sekitar 1,5 bulan serta masih mengikuti Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU) di kelas dan belum praktik di Rumah Sakit," ungkap Nurul.Meski begitu, UNDIP tetap terus mengawal isu ini dengan melakukan klarifikasi internal untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang serta memperoleh gambaran yang lengkap dan objektif mengenai dugaan tersebut"UNDIP termasuk FK sendiri terus berkomitmen menjaga lingkungan pendidikan yang aman, profesional, dan bebas dari segala bentuk perundungan," kata Nurul.