Gandeng USTDA dan Raksasa Teknologi AS, Otorita IKN Perkuat Nusantara sebagai Smart City Masa Depan

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus memperkuat langkah mewujudkan Nusantara sebagai kota cerdas atau smart city masa depan. Kali ini, Otorita IKN menggandeng United States Trade and Development Agency (USTDA) serta sejumlah perusahaan teknologi asal Amerika Serikat.Kolaborasi tersebut dibahas dalam Nusantara Smart City Stakeholders Forum yang digelar di Swissôtel Nusantara, pada Selasa (1/9/2026).Forum ini menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan serta penerapan konsep smart city di Indonesia.Kegiatan tersebut mempertemukan akademisi, pemerintah daerah, organisasi independen, hingga pelaku industri teknologi. Diskusi tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Sejumlah pemerintah daerah turut berbagi pengalaman dalam penerapan konsep smart city, di antaranya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Kabupaten Sumedang, Pemerintah Kota Denpasar, dan Pemerintah Kota Surabaya.Berbagai pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran dalam melihat penerapan teknologi dan tata kelola berbasis data, khususnya pada pengembangan kota-kota berukuran menengah di Indonesia. lihat foto Nusantara Smart City Stakeholders Forum digelar di Swissôtel Nusantara, Pada Selasa (1/9/2026). Foto: Humas Otorita IKNForum ini juga membuka peluang kerja sama antara Nusantara dengan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat. USTDA menghadirkan sejumlah mitra perusahaan yang memiliki keahlian dalam teknologi dan solusi smart city, seperti Honeywell, Cisco, IBM, dan Google.Selain membahas peluang kolaborasi, perusahaan-perusahaan tersebut juga memberikan pelatihan teknis kepada peserta. Materi yang dibahas meliputi data science, tata kelola data strategis berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga teknologi smart building.Pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman peserta dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan kota cerdas.Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah smart city tidak ditentukan oleh banyaknya teknologi yang digunakan.Menurutnya, kecerdasan sebuah kota justru terlihat dari kemampuannya memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Kota yang paling cerdas belum tentu kota yang memiliki teknologi paling banyak. Kota yang paling cerdas adalah kota yang mampu menggunakan teknologi untuk melayani masyarakatnya,” ujar Agung.Ia menambahkan, pengembangan Nusantara sebagai kota cerdas harus menempatkan masyarakat sebagai pusat transformasi digital. Teknologi, kata dia, harus menjadi instrumen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, inklusif, dan responsif.Sementara itu, Counselor for Commercial Affairs Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Andrew Billard, menyampaikan bahwa perusahaan dan investor asal Amerika Serikat memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan Nusantara.“Amerika Serikat memiliki perusahaan dan investor yang sangat penting bagi pembangunan Nusantara. Kami ingin membangun kemitraan jangka panjang, memperkuat daya saing Indonesia, serta mengembangkan talenta lokal,” ujar Andrew. lihat foto Nusantara Smart City Stakeholders Forum digelar di Swissôtel Nusantara, Pada Selasa (1/9/2026). Foto: Humas Otorita IKNMenurutnya, Pemerintah Amerika Serikat siap menghubungkan perusahaan-perusahaan asal Negeri Paman Sam dengan berbagai peluang investasi dan mitra potensial untuk menjalin kerja sama di Indonesia.Forum tersebut turut dihadiri perwakilan USTDA Indo-Pacific Region, Institut Teknologi Kalimantan, pelaksana hibah proyek percontohan command center Meta Mind Global Corporation (MMGC), serta pelaksana hibah Nusantara Smart City Technical Assistance (NSCSTA), Frost & Sullivan, dan konsorsium.Kehadiran berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan semakin memperkuat pertukaran pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam pemanfaatan kecerdasan buatan dan data untuk mendukung pembangunan Nusantara sebagai kota cerdas yang inovatif, terintegrasi, dan berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)