Udara Jakarta Tak Sehat untuk Kelompok Sensitif, Warga Diminta Pakai Masker

Wait 5 sec.

Kabut polusi udara menyelimuti kawasan di Jakarta, Senin (6/7/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTOKualitas udara di Jakarta pada Rabu (2/9) siang berada dalam kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.Berdasarkan data IQAir pada Rabu (2/9) pukul 13.00 WIB, kualitas udara Jakarta mencatat skor 137 dan berada di posisi kelima sebagai kota dengan kualitas udara terburuk.Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan kelompok rentan seperti bayi, balita, dan lansia perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara sedang buruk.“Pokoknya yang penting terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati. Kalau memang ketika kondisi udara enggak bagus ya, kalau bisa tidak keluar ya sebaiknya tidak keluar,” kata Ani saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/9).Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanAni mengatakan masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan dapat menggunakan pelindung pernapasan seperti masker. “Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung seperti masker,” ujarnya.Menurut Ani, kondisi udara yang buruk dapat beriringan dengan munculnya gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).“Iya, memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA. Kalau sudah merasa bergejala, ada gejala, langsung datang aja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat,” kata Ani.Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).Selain ISPA, Ani menyebut penyakit lain yang berkaitan dengan sistem pernapasan juga dapat terdampak oleh buruknya kualitas udara. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai oleh masyarakat yang memiliki penyakit penyerta.“Prinsipnya adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Dan itu akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, punya asma, dia punya sakit paru-paru,” tuturnya.Sebelumnya, beredar video di media sosial yang memperlihatkan kondisi polusi udara tebal di kawasan Jabodetabek. Dalam narasi video tersebut disebutkan bahwa rekaman diambil saat penerbangan lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta.Kawasan Baywalk, Pluit, Jakarta Utara, juga disebut hampir tidak terlihat akibat kondisi udara yang berkabut dan berpolusi.Pemprov DKI Upayakan Modifikasi CuacaPetugas Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta. Foto: BPBD DKI JakartaSebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah beberapa kali berupaya melakukan modifikasi cuaca untuk mengatasi kondisi udara dan kekeringan.Namun, upaya tersebut belum dapat dilakukan lantaran kondisi awan yang tidak mendukung.“Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba untuk melakukan modifikasi cuaca, tapi kami mohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujannya juga belum bisa dilakukan,” kata Pramono di kawasan CFD Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (16/8).Pramono telah memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).Jika nantinya terbentuk awan yang memungkinkan untuk dilakukan modifikasi cuaca, operasi tersebut diminta segera dijalankan.“Tapi saya sudah memerintahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk bekerja sama dengan BMKG, kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,” ujarnya.