Sidang Mekanisme Pemilihan Ketum PBNU Alot, Gus Ipul: Tertib, Tak Ada Susupan

Wait 5 sec.

Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjadi keynote speaker dalam kegiatan Malam Anugerah LPTNU 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) di UNUSA, Surabaya, Selasa (10/3/2026). Foto: Kemensos RISidang penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) masih berlangsung alot. Hingga Sabtu (29/8) pukul 23.00 WIB, belum diputuskan pemilihan Ketum PBNU akan menggunakan mekanisme apa. Ada 2 opsi diusulkan yakni one man one vote atau voting dan kedua mekanisme baru yang menggabungkan penjaringan calon dengan AHWA.Meski alot, Ketua Organizing Committee (OC) Muktamar ke-35 NU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan persidangan berjalan tertib dan tenang.Gus Ipul mengatakan, panitia masih menyeleksi peserta yang memiliki hak suara. Sebab, tidak seluruh peserta Muktamar memiliki hak suara dalam penentuan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU."Ya kita tunggu aja ya, nanti apakah voting tertutup atau voting terbuka. Ini lagi proses seleksi peserta pemilik suara. Kan ada peserta tapi bukan pemilik suara. Ini yang sedang diseleksi, itu," kata Gus Ipul di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.Menurut Gus Ipul, proses seleksi peserta tersebut dibantu sistem teknologi yang disiapkan panitia untuk memastikan peserta yang masuk ke arena persidangan sesuai dengan identitas dan hak suaranya."Alhamdulillah berkat bantuan teknologi yang dirancang oleh Gus Robin dan tim memudahkan kita semua untuk melakukan apa ya, proses-proses persidangan secara tertib," ujarnya.Dia mengatakan peserta yang tidak memiliki kartu identitas khusus tidak dapat memasuki arena persidangan. Sistem pada kartu tersebut juga mengatur akses peserta selama mengikuti rangkaian Muktamar."Sekarang ini kalau dia enggak punya kartu ya enggak bisa masuk, dan kartunya juga sudah ada sistem yang menyeleksi, mengantarkan kita untuk bisa masuk, keluar ruangan, dan seterusnya mengikuti persidangan-persidangan," katanya.Peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) antre melakukan registrasi di Madrasah Aliyah Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026). Foto: Syaiful Arif/ANTARA FOTOGus Ipul memastikan, tidak ada peserta yang masuk secara ilegal atau tidak tertib dalam proses persidangan. Panitia juga memantau aktivitas di dalam dan sekitar ruang sidang melalui kamera pengawas."Jadi tidak ada peserta susupan, tidak ada yang tidak tertib. Seluruh aktivitas di dalam ruang sidang, di luar sidang ini dipantau oleh CCTV," tuturnya.Dia menyebut, suasana persidangan tetap kondusif meski pembahasan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menjadi salah satu agenda yang dinamis."Nah, jadi semuanya di dalam tenang, tertib, tidak ada yang gaduh, dan ini membuat proses-proses persidangan menjadi nyaman untuk semuanya," ucap Gus Ipul.Proses voting sistem pemilihan Ketua Umum PBNU di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparanGus Ipul juga mengapresiasi sistem yang disiapkan panitia untuk mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Menurut dia, sistem tersebut telah terintegrasi dengan berbagai kebutuhan peserta."Saya terus terang aja merasa bahagia karena semua yang dirancang oleh panitia sungguh-sungguh mendukung pelaksanaan Muktamar ke-35 ini. Dan apa, sistem yang dibangun berbasis chip dan AI ini ya memudahkan kita semua," katanya."Memudahkan kita semua dan sistem yang dibuat juga sudah terhubung. Mulai dari akomodasi, konsumsi, sampai juga ke persidangan-persidangan," sambungnya.Terkait mekanisme pemungutan suara yang akan digunakan untuk menentukan pilihan, Gus Ipul belum memastikan apakah voting akan dilakukan secara terbuka atau tertutup."Ya ini kan masih proses seleksi peserta ya. Apakah nanti akan voting secara terbuka atau tertutup, kita tunggu saja," pungkasnya.Hingga Sabtu malam, panitia masih memanggil perwakilan tiap PCNU dan PWNU yang memiliki hak suara untuk menentukan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU.