Panel diskusi Accelerating Quality and Safety: Digitalisasi PDI dan Standarisasi Karoseri Hino untuk Transportasi Indonesia. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanPT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mulai menerapkan digitalisasi proses Pre Delivery Inspection (PDI) atau pemeriksaan kendaraan sebelum dikirim ke konsumen. Lewat aplikasi khusus, proses inspeksi yang sebelumnya dilakukan berbasis kertas kini beralih ke sistem digital.Bodymaker Department Head PT HMSI, Heri Komala, mengatakan bahwa digitalisasi PDI lahir dari kebutuhan untuk menyamakan standar pemeriksaan kendaraan di seluruh karoseri yang menjadi mitra Hino.Menurutnya, selama ini proses inspeksi masih dilakukan secara manual dan terdapat perbedaan metode maupun format pengecekan di masing-masing karoseri. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi kualitas kendaraan sebelum diterima pelanggan.Roadmap program standarisasi karoseri. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Makanya muncul ide mengapa digitalisasi ini diperlukan oleh teman-teman karoseri. Ini adalah salah satu untuk mendukung teman-teman karoseri supaya kualitas sebelum kendaraan keluar dan diterima customer memiliki kualitas yang sama," ungkap Heri.Melalui aplikasi tersebut, proses inspeksi tidak lagi bergantung pada dokumen fisik. Seluruh hasil pemeriksaan akan tersimpan secara digital di cloud sehingga lebih mudah diakses kembali sewaktu dibutuhkan.Selain itu, daftar pemeriksaan (checklist) juga telah disesuaikan dengan standar Hino dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan produk maupun kebutuhan di lapangan. Sistem ini juga diklaim membuat proses inspeksi menjadi lebih modern, akurat, dan mudah ditelusuri.KPI program standarisasi karoseri. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanHeri bilang, aplikasi Digital PDI mulai diuji coba pada 2024 dan resmi dioperasikan sejak awal 2025. Pada tahun ini Hino tengah mengembangkan tahap kedua dengan menambahkan berbagai fitur baru berdasarkan masukan dari para karoseri, sekaligus menyempurnakan bug yang ditemukan saat penggunaan aplikasi."Sampai sekarang karoseri yang sudah terdaftar itu 482 karoseri, itu yang kami terima dari kementerian. Yang tersertifikasi Hino sendiri sekitar 80 karoseri, termasuk truk dan bus. Yang aktif menggunakan aplikasi ini baru 50 karoseri," terangnya.Sertifikasi program standarisasi karoseri. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKe depan, Hino menargetkan seluruh karoseri yang bekerja sama dengan perusahaan dapat memanfaatkan aplikasi tersebut agar kualitas kendaraan yang diproduksi punya standar yang sama.Digitalisasi dinilai memberikan sejumlah keuntungan bagi karoseri. Mulai dari proses inspeksi yang lebih terstruktur, pencarian data yang mudah, komunikasi lebih efektif, sampai peningkatan kualitas kendaraan lewat standar pemeriksaan yang seragam.