Krisis Air Tawar Melanda Pulau Ay, Warga Terpaksa Mandi di Laut

Wait 5 sec.

Ilustrasi Gapura Pulau Ay di Maluku Tengah. Foto: Dok. IstimewaKrisis air tawar melanda warga Pulau Ay, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Sejumlah bak penampungan air milik warga mulai mengering sehingga warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.Kondisi itu bahkan membuat sebagian warga terpaksa memilih mandi di laut untuk menghemat persediaan air tawar yang masih tersisa.Warga Pulau Ay, Witri Sudin, mengatakan kondisi ketersediaan air tawar saat ini sangat memprihatinkan. Sebagian warga masih memiliki persediaan air, tetapi sejumlah bak penampungan pribadi telah kosong."Sebagian bisa dikatakan cukup, tapi sebagian orang bak penampungan pribadi sudah kering. Tidak ada air," kata Witri saat dihubungi, Selasa (11/8) sore.Menurut Witri, warga yang kehabisan air harus mencari sumber alternatif. Salah satunya dengan mengambil air dari sebuah sumur di bagian barat Pulau Ay, tepatnya di kawasan Sablah Parbai, yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.Air sumur itu dipengaruhi siklus pasang dan surut laut. Untuk mencapai lokasi, warga harus melewati jalur hutan.Sebelumnya, warga dapat mengakses sumur melalui kawasan homestay dengan menuruni sejumlah anak tangga. Namun, menurut Witri, akses tersebut kini sulit digunakan karena pagar di kawasan homestay ditutup."Untuk sampai ke sumur itu warga terpaksa melewati jalur hutan. Sebelumnya lewat jalur homestay, turun tangga, tetapi agak susah untuk akses ojek. Katanya, pemilik homestay menutup pagar karena sedang berada di Ambon," ujar Witri.Selain akses yang sulit, kualitas air sumur juga menjadi persoalan. Air tersebut terasa payau atau asin sehingga tidak dapat digunakan untuk minum. Warga hanya memanfaatkannya untuk kebutuhan tertentu."Untuk mencukupi kebutuhan, ada yang mengambil dari satu sumur yang ikut siklus air laut. Kalau pasang dan surut, tidak bisa untuk minum," katanya.Warga juga memanfaatkan air dari sumber membran. Namun, menurut Witri, persediaan air tersebut mulai menipis. Kondisinya pun kurang baik karena berwarna hijau dan agak gelap.Keterbatasan air tawar membuat warga harus semakin menghemat penggunaan air bersih. Sebagian warga memilih mandi di laut untuk mengurangi pemakaian air tawar. Warga lainnya terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga."Krisisnya parah. Warga kesulitan mendapatkan air bersih," tegas Witri.Pulau Ay merupakan pulau kecil yang kebutuhan air tawarnya sangat bergantung pada air hujan yang ditampung warga di rumah masing-masing. Ketika bak penampungan mengering, warga harus mencari sumber air lain yang belum tentu layak dikonsumsi dan tidak selalu mudah dijangkau.Kondisi itu membuat ketersediaan air bersih menjadi persoalan mendesak bagi masyarakat Pulau Ay.Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah, baik melalui penyediaan maupun distribusi air bersih, terutama bagi keluarga yang persediaannya telah habis.