Pengemudi ojek daring mengganti baterai sepeda motor listriknya di stasiun pengisian baterai listrik di Kuningan, Jakarta, Senin (30/5/2022). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTOJarak tempuh masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat Indonesia sebelum beralih dari motor konvensional ke motor listrik.Saat ini, sebagian besar motor listrik yang beredar di pasar domestik memiliki daya jelajah yang relatif bervariasi, bahkan banyak yang masih berada di kisaran 80 kilometer untuk satu kali pengisian daya penuh.Peneliti Senior Pusat Sistem Transportasi Berkelanjutan Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi menilai, bahwa kapasitas jarak tempuh ideal untuk sepeda motor listrik di Indonesia sebetulnya berada di angka 100 hingga 150 kilometer.Komunitas motor listrik Polytron riding ke kantor kumparan saat kumparan On The Road Sunday Morning Riding, Jakarta Selatan, Minggu (28/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan"Ya sebetulnya sih kalau jarak tempuh 150 (km) itu udah cukup ah, udah ideal itu. Udah cukup, gak sejauh mobil," kata Agus.Menurutnya, angka tersebut sudah sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian masyarakat urban tanpa memicu kecemasan kehabisan daya (range anxiety).Agus membandingkan kebutuhan daya jelajah motor listrik dengan mobil listrik yang rata-rata memiliki jarak tempuh sekitar 300 kilometer."Padahal 300 km itu kalau dipakai jarak jauh. Nah, tapi kalau motor yang tiap hari digunakan untuk commuting, itu dengan jarak 150 km itu udah enough," tegasnya.Motor listrik Polytron Fox 350 saat diisi daya di ULP Sribhawono. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanDengan jarak tempuh 150 kilometer, pengguna motor listrik dapat menerapkan kebiasaan pengisian daya rutin di rumah pada malam hari layaknya mengisi daya telepon seluler.Pola ini dinilai lebih praktis karena pengguna tidak perlu kerepotan melakukan pengisian ulang (charging) di tengah-tengah jam kerja atau perjalanan."Dan dia misal masih bisa ngecas di rumah gitu loh maksudnya. Jadi gak usah harus kerja di jalan ngecas. Kan itu yang diharapkan tuh sebetulnya... kita masih kayak pakai HP lah ya, jadi tiap hari ngecas di rumah sendiri tuh masih oke," ujar Agus.Touring motor listrik Polytron Fox 350 Jakarta ke Way Kambas. Foto: Dok. PolytronMelihat fakta bahwa mayoritas motor listrik di Indonesia saat ini masih berdaya jelajah di bawah 100 km, Agus menyarankan agar produsen setidaknya menetapkan standar minimal 100 kilometer."Makanya memang idealnya mestinya kalau paling gak harusnya dimulai dengan 100 lah ya, itu paling mestinya," ucapnya.Bagi pekerja commuter di wilayah Jabodetabek yang rata-rata berdomisili sekitar 30 kilometer dari pusat kota, jarak tempuh 100–150 km dinilai sangat menolong ritme perjalanan harian.Agus menyimpulkan, peningkatan standar jarak tempuh hingga 150 km akan menjadi kunci utama mempercepat adopsi penggunaan motor listrik di tanah air.