Fasilitas produksi Chery di Wuhu, Anhui, China yang menggunakan optimasi robotik. Foto: dok. Chery InternationalChery Indonesia mengaku tengah mempersiapkan diri untuk memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 60 persen yang akan berlaku pada 2027. Namun, saat ini rata-rata produk Chery Group baru mencapai TKDN minimal 40 persen.Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, Budi Darmawan Jantania, mengatakan pihaknya mengikuti kebijakan dan roadmap yang dicanangkan pemerintah untuk mencapai target tersebut.“Kita mengikuti kebijakan pemerintah seperti apa, dan kita memang sedang mempersiapkan ke arah sana untuk memenuhi angka yang disyaratkan oleh pemerintah,” kata Budi saat ditemui kumparan di ICE, BSD, Tangerang.PT Chery Sales Indonesia (CSI) memperkenalkan Chery J6T CSI pada ajang GIIAS 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (29/7/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanIa menyebut Chery saat ini berada di angka TKDN minimal 40 persen untuk keseluruhan produknya. Angka ini masih terpaut 20 poin dari target 60 persen yang harus dipenuhi dalam waktu kurang dari setahun.Meski begitu, Budi tidak merinci strategi kenaikan TKDN secara bertahap per tahun. Ia hanya menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan kebijakan dan berkomitmen untuk patuh terhadap aturan yang berlaku.“Kita menerapkan strategi untuk bisa fulfill ke arah sana. Jadi kita terus memantau ini, dan pastinya kita akan terus comply,” ujarnya.Detail Persiapan Masih DirahasiakanIlustrasi Chery. Foto: Dima Plotnikov/ShutterstockSaat ditanya lebih lanjut mengenai langkah konkret yang sedang dikerjakan Chery tahun ini untuk mengejar target TKDN 60%, Budi enggan membeberkan detail.“Ditunggu saja,” kata Budi singkat.Ia hanya menjelaskan bahwa persiapan yang dilakukan tidak sebatas pembangunan pabrik, melainkan mencakup keseluruhan ekosistem. Hal ini termasuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah hingga proses perizinan.Peluncuran harga Chery Q di GIIAS 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparan“Persiapan ini bukan sekadar pembangunan pabrik, tapi semua ekosistemnya harus kita perhatikan. Kita sedang mempersiapkan ke arah sana,” ucapnya.Ketika ditanya soal kejelasan fisik pabrik Chery di Indonesia, Budi masih merahasiakannya dan enggan memberikan konfirmasi secara detail terkait update perkembangan pabrik Chery.“Ditunggu saja update lebih lanjut,” tutupnya.Rencana Chery Bangun Pabrik di IndonesiaSebelumnya saat ditemui Januari 2026, Presiden Direktur Chery Group Indonesia, Zheng Shuo, menyebut saat ini perusahaan masih mematangkan seluruh persiapan sebelum masuk tahap pembangunan fisik. Setelah seluruh aspek dinilai siap, proses groundbreaking akan segera dilakukan.“Soal pabrik di Indonesia kita akan mulai tahun 2026. Ini rencana kita akan mulai groundbreaking,” ujar Zheng Shuo saat ditemui di Kelapa Gading pada Januari 2026.Fasilitas produksi Chery di Wuhu, Anhui, China yang menggunakan optimasi robotik. Foto: dok. Chery International“Jadi waktunya tepat, nanti setelah kita sudah settle down semua, kita pasti akan groundbreaking di tahun ini,” lanjutnya.Saat itu, Chery juga menargetkan fasilitas produksi tersebut sudah bisa mulai beroperasi secara bertahap pada 2027. Pada fase awal, pabrik akan difokuskan untuk proses penyempurnaan atau polishing kendaraan.“Jadi rencananya dari 2027 sudah bisa mulai polishing di factory baru kita. Itu yang rough plan,” katanya.Sebagai catatan, saat ini Chery Group masih menggunakan fasilitas pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM). Fasilitas tersebut digunakan oleh sub-brand Chery Group seperti Omoda & Jaecoo, iCar, dan Lepas.