Bayi Meninggal 2 Hari Usai Lahir, Dokter: Pengapuran Plasenta Bukan dari Kalsium

Wait 5 sec.

Ilustrasi bayi. Foto: banjongseal324SS/ShutterstockSeorang ibu membagikan kisah pilunya melalui akun Threads @oksefarinandaa_ setelah kehilangan anak pertamanya, Sagara Gunadipta, yang hanya sempat hidup selama dua hari usai dilahirkan pada September 2023. Kehamilan yang awalnya berjalan seperti biasa berubah menjadi penuh kekhawatiran setelah ia mengetahui pertumbuhan janinnya mengalami hambatan.Menurutnya selama hamil ia rutin melakukan pemeriksaan, mengonsumsi vitamin, serta berusaha menjaga kesehatan. Namun, sejak awal kehamilan, sang ibu mengalami sakit gigi yang cukup parah. Memasuki usia kehamilan 7–8 bulan, ia akhirnya memutuskan untuk memeriksakan kondisi kehamilannya kepada dokter kandungan lain.Dari pemeriksaan tersebut, ia mendapat kabar bahwa berat badan janin tertinggal dibandingkan usia kehamilannya dan diduga mengalami kekurangan nutrisi. Mengetahui kondisi tersebut, ia dan suami berusaha mengikuti berbagai anjuran dokter untuk membantu meningkatkan berat badan janin. Mereka memperbaiki asupan makanan, mengonsumsi susu tinggi protein, hingga lebih memperhatikan nutrisi selama kehamilan.Namun, setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, berat badan janin masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pasangan tersebut kemudian mencari pendapat dari dokter lain dan mendapat penjelasan bahwa pertumbuhan janin yang terhambat berkaitan dengan kondisi plasenta.Memasuki usia kehamilan 36 minggu, dokter menyarankan agar bayi segera dilahirkan karena jumlah air ketuban semakin sedikit. Tanpa banyak persiapan sebelumnya, sang ibu akhirnya menjalani operasi caesar pada 15 September 2023.Sagara lahir dengan berat badan 2,2 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Meski tampak sehat, kondisi paru-parunya belum matang sehingga ia harus menjalani perawatan intensif di NICU dengan bantuan alat medis. Sayangnya, dua hari setelah kelahirannya, Sagara mengembuskan napas terakhir.Benarkah Sakit Gigi Saat Hamil Berkaitan dengan Kekurangan Kalsium?Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dr. Andrew Yurius Christian, SpOG dalam podcast Ask the Expert kumparanMOM. Foto: kumparanMenanggapi kasus tersebut, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG, menjelaskan bahwa kebutuhan kalsium ibu hamil memang meningkat. Ibu hamil membutuhkan sekitar 1.200–1.500 miligram kalsium setiap hari.Jika kebutuhan kalsium tidak tercukupi dari makanan, tubuh ibu dapat mengambil cadangan kalsium dari tulang untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan janin. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan sejumlah keluhan pada ibu.Namun, sakit gigi saat hamil tidak bisa langsung diartikan sebagai tanda ibu mengalami kekurangan kalsium."Sakit gigi bisa karena ada nya lobang sehingga terjadi infeksi,” ujar dr. Andrew kepada kumparanMOM, Selasa (11/8).Ilustrasi ibu hamil sakit gigi. Foto: ShutterstockOleh karena itu, ibu hamil yang mengalami sakit gigi sebaiknya tetap memeriksakan kondisinya ke dokter gigi. Menjaga kesehatan gigi dan mulut juga penting dilakukan selama kehamilan, termasuk melakukan scaling sesuai anjuran dokter.Kekurangan kalsium selama kehamilan dapat menyebabkan keluhan seperti kram otot, kesemutan, dan nyeri tulang. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau preeklamsia serta pengeroposan tulang pada ibu.Sementara pada janin, gangguan pemenuhan nutrisi dapat meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan, berat badan lahir rendah, hingga kelahiran prematur.Pengapuran Plasenta Tidak Disebabkan Konsumsi KalsiumIlustrasi plasenta atau ari-ari. Foto: ShutterstockTerkait pengapuran plasenta atau kalsifikasi plasenta, dr. Andrew menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak disebabkan oleh konsumsi kalsium selama kehamilan.Kalsifikasi plasenta dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia kehamilan. Jika muncul mendekati hari perkiraan lahir, kondisi tersebut umumnya merupakan bagian dari proses penuaan plasenta. Namun, kalsifikasi plasenta yang terjadi lebih dini dapat berkaitan dengan sejumlah faktor.Ilustrasi Janin. Foto: Shutter Stock“Kalsifikasi plasenta dini sendiri umumnya disebabkan oleh gaya hidup sebelumnya seperti merokok, kondisi preeklamsia (kerusakan /kelainan pertumbuhan plasenta), infeksi, atau stres oksidatif, sedangkan jika karena penuaan plasenta yang normal biasanya terjadi mendekati HPL,” imbuhnya.Sehingga, ibu hamil tidak perlu langsung mengaitkan sakit gigi atau keluhan lainnya dengan pengapuran plasenta maupun kekurangan kalsium. Kondisi tersebut perlu dipastikan melalui pemeriksaan dan evaluasi dokter ya, Moms.