S&P 500 dan Nasdaq Menguat, Saham AI Jadi Penopang Utama

Wait 5 sec.

Ilustrasi Nasdaq. Foto: Shutterstock AI/ShutterstockBursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup menguat pada Rabu (12/8), dengan S&P 500 dan Nasdaq yang menguat berkat kinerja positif kuartalan dari CoreWeave dan perusahaan infrastruktur AI lainnya.Sementara itu, data inflasi yang moderat memperkuat ekspektasi mengenai Federal Reserve (The Fed) AS yang akan mempertahankan suku bunga pada September.Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,26 persen menjadi 7.748,50 poin pada akhir perdagangan. Indeks acuan tersebut telah menguat sekitar 13 persen sepanjang 2026. Nasdaq naik 0,54 persen menjadi 26.588,49 poin, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,04 persen menjadi 53.770,27 poin.Harga konsumen AS hampir tidak mengalami kenaikan pada Juli karena harga bensin turun untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara itu, inflasi inti tetap terkendali, sehingga semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada bulan depan.“Angkanya sesuai dengan perkiraan. Reaksi pasar sedikit positif karena sebelumnya pasar khawatir hasilnya akan lebih buruk dari yang terjadi. Pasar kini melihat bahwa The Fed tidak berada dalam posisi yang terdorong untuk menaikkan suku bunga,” kata Senior Portfolio Manager di Dakota Wealth, Fairfield, Connecticut, Robert Pavlik.Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockCoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan cloud berbasis AI tersebut menaikkan proyeksi belanja modal tahunannya dan membukukan laba kuartal II di atas perkiraan analis.Operator pusat data juga menguat. IREN naik hampir 10 persen, sementara Applied Digital menguat 4,9 persen. Perusahaan pusat data Nebius Group melonjak 34 persen setelah kinerja kuartal II perusahaan melampaui ekspektasi.Super Micro Computer melonjak 19 persen setelah produsen server AI tersebut memproyeksikan pendapatan tahun fiskal 2027 di atas ekspektasi Wall Street.Saham perusahaan pembuat chip juga menguat. Nvidia naik 3 persen, sedangkan Micron Technology bertambah 4,9 persen. Indeks PHLX Semiconductor menguat sekitar 2,5 persen. Meski demikian, indeks tersebut masih turun sekitar 15 persen dari level penutupan tertingginya sepanjang masa yang dicapai pada 22 Juni.Sebanyak delapan dari 11 sektor dalam S&P 500 menguat. Sektor real estat memimpin kenaikan dengan 1,08 persen, disusul sektor teknologi informasi yang naik 1,06 persen. Indeks Volatilitas Cboe atau fear gauge Wall Street turun 0,8 poin menjadi 14,45, level terendah sejak Januari.Berdasarkan CME FedWatch Tool, para pedagang kini memperkirakan peluang sebesar 62 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan September. Sebelum data inflasi Juli dirilis, ekspektasi pasar terbagi antara kemungkinan kenaikan suku bunga dan tidak adanya perubahan.Di sisi lain, konflik antara AS dan Iran masih berlangsung secara fluktuatif. Seorang sumber senior Iran mengatakan belum ada kemajuan dalam pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan sementara yang dicapai pada Juni serta menentukan jangka waktu pelaksanaannya. Sementara itu, serangan terhadap kapal-kapal terus berlanjut.Cava Group naik 14,2 persen setelah jaringan restoran tersebut membukukan penjualan dan laba inti kuartal II di atas ekspektasi Wall Street.Ilustrasi Nasdaq. Foto: Stock all/ShutterstockLumentum Holdings melonjak 13,6 persen setelah perusahaan produk fotonik tersebut memproyeksikan pendapatan kuartal I di atas ekspektasi analis dan membukukan kinerja kuartal IV yang melampaui perkiraan.Di seluruh pasar saham AS, jumlah saham yang menguat lebih banyak dibandingkan saham yang melemah dengan rasio 1,7 banding 1. S&P 500 mencatat 19 saham yang mencapai level tertinggi baru dan dua saham yang mencatat level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq mencatat 123 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 95 saham yang mencatat level terendah baru.Volume perdagangan di bursa AS relatif rendah, dengan 15,5 miliar saham diperdagangkan, dibandingkan rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.