Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, saat press briefing di Ruang Palapa Kemlu RI, Jakarta, Kamis (9/7). Foto: Firda Brillianti/kumparanKementerian Luar Negeri memastikan satu dari tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang berada di MV Tihamah masih hilang setelah kapal tersebut mengalami serangan di wilayah Yaman pada Selasa (11/8).Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan informasi tersebut diperoleh dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang diterima pemerintah Indonesia pada Kamis (13/8) pagi."Kami mendapatkan konfirmasi melalui non verbal dari Kementerian Luar Negeri Yaman yang menyatakan bahwa ABK yang ketiga ini dalam kondisi hilang jadi belum ditemukan," kata Heni dalam Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (13/8).Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa ABK WNI tersebut meninggal dunia. Namun, Kemlu menegaskan informasi itu belum dapat dikonfirmasi.Lalu, Heni juga mendapat informasi bahwa otoritas terkait tengah menyisir laut untuk mencari ABK itu. "Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan dan upaya pencarian serta penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait," tegas Heni.Kapal MV Tihamah diketahui membawa 11 ABK, terdiri dari 8 warga negara Pakistan dan 3 WNI. Kapal ini kena serangan pada Selasa (11/8) di Bab el-Mandeb, Laut Merah.