Ilustrasi lari. Foto: ABB Photo/ShutterstockLari kini bukan lagi sekadar aktivitas olahraga. Seiring meningkatnya tren hidup sehat dan maraknya komunitas lari, kebutuhan para pelari pun ikut berkembang seperti jasa teman lari. Jasa ini menawarkan layanan untuk menemani latihan hingga persiapan menghadapi perlombaan seperti maraton.Salah satu penyedia jasa teman lari, Apri, mengatakan ide bisnis tersebut berawal dari pengalamannya menjadi pacer sejak tahun 2017. Dari pengalaman itu, Apri melihat ada kebutuhan lain di kalangan pelari. Tidak sedikit pelari yang membutuhkan teman bukan hanya ketika mengikuti lomba, tetapi juga saat menjalani latihan, terutama ketika harus menempuh jarak jauh.“Selain hobi juga ada banyak kebutuhan. Biasanya kalau pelari mau mengikuti suatu lomba long run di akhir pekan biasanya, itu untuk melatih daya tahan tubuhnya untuk mencapai jarak tertentu pasti butuh teman. Kalau dia (pelari) lari sendiri merasa bosan, nggak mampu makannya butuh teman,” kata Apri saat ditemui kumparan di kawasan stadion Gelora Bung Karno, Minggu (9/8).Menurut Apri, merupakan salah satu penyedia jasa teman lari yang memang menemani kliennya dengan berlari bersama. Ia memilih ikut berlari agar dapat menyesuaikan kecepatan dengan kemampuan dan kondisi orang yang ditemaninya.Penyedia Jasa Teman Lari, Apri, saat ditemui kumparan di CFD, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Foto: kumparan/Nur Pangesti“Saya sendiri sih lebih kepada teman lari jadi saya bisa merasakan bisa ikut merasakan apa yang dia rasakan juga sebagai pelari juga. Jadi bisa mengatur pace-nya dengan kecepatannya yang dibutuhkan atau yang disesuaikan dengan si pelari itu sendiri, jadi lebih dekat aja hubungannya kalau kita sama-sama lari juga gitu dibanding pakai sepeda,” ujarnyaSelain menemani berlari, Apri juga membantu kebutuhan klien selama berada di lintasan. Mulai dari mengambil foto, memberikan air hingga gel, hingga membantu menyediakan makanan, terutama ketika menemani pelari di lintasan trail.“Kalau lari kan pasti haus ataupun agak lapar apalagi di lintasan trail di gunung atau pegunungan itu harus lebih banyak membawa asupan,” ujarnya.Untuk tarif, Apri mengaku tidak terlalu mematok harga secara khusus. Namun, untuk satu sesi lari, tarif yang dikenakan biasanya berada di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Sementara untuk long run dengan jarak sekitar 20-25 kilometer, tarifnya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.Dari sejumlah pengalaman yang ia jalani sebagai teman lari, ada satu momen yang paling membekas bagi Apri. Ia pernah menemani seorang guru dari Filipina yang mengajar di Jakarta untuk mengikuti ajang perlombaan lari sejauh 21 kilometer. Saat itu, jarak tersebut merupakan pengalaman pertama bagi perempuan tersebut yang rencananya akan dilakukan bersama dengan mendiang suaminya. Lari itu juga dilakukan untuk mengenang mendiang suaminya yang meninggal karena sakit.“Akhirnya saya bisa berhasil menemani dia sampai finish dan larinya dia itu didedikasikan untuk mendiang suaminya yang meninggal karena sakit waktu itu. Jadi itu sangat berharga sekali, dia bisa membuktikan bahwa dia mampu lari,” ujar Apri.Teman Lari Ada yang Pakai SepedaJasa teman lari juga tidak selalu dilakukan dengan berlari bersama. Fendri, penyedia jasa teman lari lainnya, justru memilih menggunakan sepeda untuk menemani klien.Fendri mulai menjalankan usaha tersebut pada Mei 2026. Ide itu berawal dari pengalaman pribadinya ketika merasa kesulitan membawa air dalam jumlah banyak saat melakukan lari jarak jauh. Sedangkan ketika ia membawa cukup sedikit air menurutnya persediaannya tidak akan cukup.“Jadi saya rasa kayanya pelari yang lain harusnya merasakan hal yang sama kalau lari jauh, jadi saya coba buka jasa temen lari pake sepeda. Jadi mereka nggak ribet kalau air habis nggak perlu berhenti beli atau cari di minimarket karena sudah dititipkan di tas, tinggal kasih,” kata FendriSelain menemani berlari, Fendri menyediakan sejumlah layanan tambahan. Klien dapat menitipkan barang di tas yang dibawanya menggunakan sepeda. Ia juga menyediakan minuman sesuai permintaan, mengambil video untuk dokumentasi, hingga membantu mengarahkan rute lari.Berbeda dengan Apri, Fendri tidak menggunakan sistem tarif berdasarkan jarak tempuh. Ia menetapkan tarif berdasarkan durasi, yakni sekitar Rp 50 ribu untuk setiap 30 menit.Penyedia Jasa Teman Lari menggunakan Sepeda, Fendri, saat ditemui kumparan di CFD, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Foto: kumparan/Nur PangestiSelama menjalankan jasa tersebut, Fendri mengaku pernah menemani klien berlari hingga 35 kilometer. Rutenya pun cukup beragam, terutama di kawasan Jakarta seperti Gelora Bung Karno (GBK), Sudirman, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Monas, Rasuna Said, Kuningan, SCBD, hingga Blok M.Meski menggunakan sepeda, bukan berarti pekerjaan tersebut tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satu kesulitannya adalah berkomunikasi dengan klien ketika jarak lari sudah cukup jauh.“Salah satu challenge-nya kita itu adalah ketika kita butuh informasi dari si pelari, dan pada saat itu pelari kan larinya jauh ya, jadi mereka itu biasanya sudah capek dan itu kadang mereka kita tanya apa itu mereka dengarnya susah, kemudian mereka jawab apa juga kadang kita dengarnya susah,” ujarnya.Saat ini, mayoritas klien Fendri merupakan pelari yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba maraton.