Trump Media Mundur dari Bisnis Kripto, Batalkan Kesepakatan dengan Crypto.com

Wait 5 sec.

Ilustrasi Crypto. Foto: Shutter Stock​Trump Media & Technology Group Corp. resmi membatalkan kerja sama strategis dengan Crypto.com untuk membentuk perusahaan treasury digital (digital asset treasury/DAT) yang sebelumnya direncanakan memborong token kripto Crypto.com (CRO) senilai miliaran dolar. Trump Media & Technology Group (TMTG) adalah perusahaan milik Donald Trump yang mendirikannya pada tahun 2021. Perusahaan ini mengelola platform media sosial Truth SocialKeputusan tersebut diambil sekitar setahun setelah kedua perusahaan mengumumkan aliansi bisnis tersebut.​Mengutip Bloomberg, pada Jumat (7/8), kedua belah pihak juga sepakat membatalkan rencana integrasi kontrak pasar prediksi Crypto.com ke dalam platform jejaring sosial milik Trump Media, Truth Social.​Langkah pembatalan ini menandai mundurnya perusahaan yang dikendalikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tersebut dari ekspansi bisnis aset kripto.​Keputusan ini diambil di tengah tekanan berat yang melanda pasar kripto global. Harga Bitcoin tercatat telah merosot hampir setengah dari level tertingginya tahun lalu dan kini tertahan di kisaran USD 65.000, sehingga minat investor terhadap korporasi yang menimbun token kripto sebagai aset cadangan ikut menurun drastis.​Selain membatalkan pembentukan DAT, Crypto.com dan Trump Media turut menghentikan rencana pengembangan produk exchange-traded fund (ETF) bersama.​“Setelah menganalisis ETF dan DAT yang diusulkan ini dari setiap sudut, kami mencapai kesimpulan yang sama: melanjutkan rencana dalam kondisi pasar saat ini tidak masuk akal,” ujar CEO Crypto.com, Kris Marszalek, melalui pernyataan tertulis lewat email.​“Kami akan terus mencari peluang ETF lainnya. Sedangkan untuk token CRO yang telah dialokasikan untuk DAT, kami akan mengarahkan sumber daya tersebut secara lebih optimal untuk meningkatkan pendapatan, memperluas permintaan, serta menumbuhkan nilai ekosistem,” lanjutnya.​Dinamika Korporasi Trump Media​Sebelumnya, Trump Media sempat mencuri perhatian pada Desember lalu tatkala mengumumkan rencana merger dengan TAE Technologies Inc., perusahaan swasta pengembang teknologi fusi nuklir yang didirikan pada 1998, dengan nilai transaksi ditaksir melampaui USD 6 miliar.​Dalam skema transaksi seluruhnya berbasis saham tersebut, pemegang saham Trump Media dan TAE Technologies dijadwalkan masing-masing memegang kendali sekitar 50 persen porsi kepemilikan entitas gabungan pascamerger.​Namun, rencana korporasi tersebut mengalami pergeseran signifikan. Kesepakatan awal yang mencakup pemisahan sejumlah portofolio aset, termasuk Truth Social, akhirnya diputuskan untuk tidak dilanjutkan oleh kedua perusahaan pada Juni lalu.​Sebagai gantinya, bulan lalu Trump Media mengumumkan strategi komersial baru berupa penjualan akses real-time terhadap arus unggahan dari akun-akun dengan “peringkat tertinggi” di platform Truth Social.​Di sisi lain, mitra batalannya yakni Crypto.com baru-baru ini justru sukses meraup suntikan investasi segar senilai USD 400 juta dari Citadel Securities LLC, dengan valuasi bursa kripto tersebut menembus angka USD 20 miliar.