BorneoFlash.com, KUKAR – Aktivitas di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutai Kartanegara (Kukar) mendadak ramai, pada Selasa (11/8/2026). Enam unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) sampai turun ke lokasi setelah seorang karyawan kontrak dari pihak ketiga berinisial AK diduga hendak membakar ruang rapat.Kejadian itu bermula saat AK masuk ke ruang rapat dengan membawa sebuah galon. Tidak ada yang langsung curiga karena yang bersangkutan memang biasa bertugas di ruangan tersebut. Namun, kondisi berubah setelah penanggung jawab ruang rapat, Faul, mencium bau asap dari dalam ruangan.Faul kemudian mengecek ke dalam. AK saat itu terlihat keluar dari ruang rapat sambil membawa galon yang diduga berisi bensin. Faul sempat berusaha menghentikannya, tetapi AK justru kembali masuk dan menyiramkan cairan ke lantai.“Saya sempat menghadapi mendorong yang bersangkutan, ternyata AK kembali menyiramkan cairan tersebut ke lantai,” kata Faul.Sejumlah pegawai yang mengetahui kejadian tersebut langsung ikut mengamankan AK. Saat proses pengamanan, AK disebut sempat melawan sehingga pegawai harus berusaha menahan yang bersangkutan.Faul mengatakan, tindakan AK tersebut membuat pegawai langsung berupaya mencegah agar kondisi tidak semakin parah. Apalagi cairan yang dibawa AK diduga merupakan bahan bakar.Dari kejadian itu, sejumlah barang dan fasilitas di ruang rapat dilaporkan mengalami kerusakan. Petugas kemudian dikerahkan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman. Satu kendaraan BPBD dan enam unit mobil Damkar terlihat berada di kantor Diskominfo Kukar.Sementara itu, satpam Diskominfo Kukar, Andri, menyebut AK sebelumnya sempat terlibat pertengkaran dengan rekan kerjanya. Persoalan tersebut, kata dia, sudah diselesaikan dan tidak lagi diperpanjang.“Sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Andri.Meski begitu, Andri belum mengetahui apa yang membuat AK sampai melakukan aksi tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah persoalan dengan rekan kerja itu ada kaitannya dengan kejadian di ruang rapat.“Saya tidak tahu motif apa AK melakukan perbuatan itu,” katanya.Sampai saat ini, motif AK membawa galon berisi cairan yang diduga bensin dan menyiramkannya di ruang rapat belum diketahui. (*)