Pelaku pembobol brankas di Universitas KH Abdul Chalim di Pacet, ditembak, Kamis (13/8/2026). Foto: Dok. kumparanPolisi menangkap tiga dari lima pelaku pencurian brankas milik Universitas KH Abdul Chalim di Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Dalam insiden tersebut, kampus mengalami kerugian Rp 1,4 miliar.Identitas ketiga pelaku yakni Muis Afandi Tuarita (43), warga Jalan Cengkeh 10, Kelurahan Namaelo, Masohi, Maluku Tengah, Maluku; Hendra (33), warga Dusun Karanglayung, Kelurahan Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat; dan Sumarno, warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.Sementara itu, dua pelaku lainnya yang masih diburu polisi yakni Stevanus dan Mustofa Lestaluhu."Pelaku mengambil Rp 1.416.133.900 dengan cara merusak jendela menggunakan alat berupa linggis. Setelah berhasil masuk ke tempat brankas, para pelaku merusak brankas dengan cara mencongkel menggunakan linggis dan peralatan yang ada. Kemudian pelaku mengambil seluruh uang yang ada di dalam brankas," kata Wakapolres Mojokerto Kompol Grandika Indera Waspada, Rabu (12/8/2026).Satu dari tiga pelaku yang ditangkap terpaksa ditembak Unit Resmob Satreskrim Polres Mojokerto karena mencoba melarikan diri saat hendak ditangkap di Pekanbaru, Riau. Sementara dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran polisi.Grandika mengatakan, ketiga pelaku memiliki peran berbeda. Tersangka S berperan sebagai penyedia kendaraan, tersangka AT sebagai eksekutor, sedangkan H bertugas memantau lokasi."Sudah ada tiga yang diamankan. Yang pertama S, perannya menyediakan sarana berupa satu unit kendaraan Avanza warna hitam, nomor polisi B 2859 KH. Dari hasil pencurian tersebut, dia menerima upah sebesar Rp 30 juta," jelasnya."Yang ketiga, H, melakukan pengawasan di sekitar lokasi dan menjadi joki atau sopir kendaraan yang digunakan dan disewa," pungkasnya.Saat ini ketiga tersangka ditahan.