Ilustrasi paus bungkuk. Foto: Imagine Earth Photography/ShutterstockMomen langka detik-detik seekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) melahirkan berhasil direkam menggunakan drone di lepas pantai utara New South Wales, Australia. Rekaman tersebut diyakini menjadi video drone pertama yang mendokumentasikan proses kelahiran paus bungkuk secara utuh.Video diambil oleh Alexander Forrest, pilot drone komersial dari Organisation for the Rescue and Research of Cetaceans in Australia (ORRCA), pada 28 Juli 2026. Saat itu, Forrest sedang melakukan pemantauan udara terhadap kawanan paus bungkuk yang bermigrasi.ORRCA sendiri merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada penyelamatan, konservasi, serta kesejahteraan mamalia laut.Saat melakukan pengamatan itu, Forrest melihat seekor paus berenang sedikit tertinggal dari kawanannya. Paus tersebut juga bergerak lebih lambat dari biasanya. Tak lama kemudian, Forrest menyadari bahwa paus betina itu sedang melahirkan."Melihat momen seperti ini di laut merupakan sesuatu yang sangat langka. Peristiwa seperti ini sangat jarang terdokumentasikan," kata Forrest sebagaimana dikutip Live Science.Sejauh yang kami ketahui, ini merupakan video drone pertama yang merekam kelahiran paus bungkuk secara utuh. Rekaman ini memberikan gambaran penting mengenai momen-momen pertama kehidupan anak paus, sekaligus memperlihatkan perilaku induk paus bungkuk yang baru melahirkan bersama anaknya."- Alexander Forrest, pilot drone komersial dari Organisation for the Rescue and Research of Cetaceans in Australia (ORRCA) -Juru bicara ORRCA mengatakan, secara keseluruhan, baru empat kali peristiwa kelahiran paus bungkuk berhasil direkam.Para ilmuwan memang telah memiliki rekaman kelahiran spesies paus lain. Salah satunya adalah paus abu-abu (Eschrichtius robustus) yang terekam melahirkan di lepas pantai California. Ada pula rekaman paus sperma (Physeter macrocephalus) yang melahirkan di kawasan Karibia pada 2023.Anak Paus Muncul dari Air yang MemerahDalam video yang direkam Forrest, anak paus yang baru lahir terlihat muncul ke permukaan dari air yang berubah warna kemerahan akibat darah. Anak paus tersebut kemudian mengambil napas pertamanya. Sang induk selanjutnya berbalik dan kembali mendekati anaknya.Peristiwa berlangsung sekitar 700 meter dari garis pantai Kingscliff, di wilayah timur laut New South Wales. Forrest menyebut kelahiran tersebut sebagai simbol keberhasilan salah satu upaya konservasi terbesar dalam sejarah. Populasi paus bungkuk di sepanjang pantai New South Wales sebelumnya pernah berada di ambang kepunahan, tetapi kini jumlahnya telah kembali mendekati 50 ribu ekor.Menurutnya, pengumpulan data mengenai populasi paus bungkuk menjadi penting untuk memahami lebih jauh lokasi mereka melahirkan, apa yang terjadi selama proses kelahiran, serta seperti apa kehidupan anak paus pada masa-masa awal setelah dilahirkan.Rekaman tersebut selanjutnya akan dianalisis lebih lanjut. Hasil pengamatan diharapkan dapat disusun menjadi laporan ilmiah yang melalui proses peer review dan diterbitkan di jurnal ilmiah.Salah satu hal yang menarik perhatian peneliti adalah posisi induk paus saat melahirkan. Paus betina tersebut berada di belakang kawanannya, tidak bersama anggota kelompok lain.Ilustrasi paus bungkuk. Foto: Moize nicolas/ShutterstockAhli biologi nantinya akan membandingkan temuan ini dengan pengamatan terhadap paus lain yang melahirkan ketika ditemani anggota kawanannya.Sebagai perbandingan, rekaman drone kelahiran paus sperma pada 2023 menunjukkan adanya sekitar 10 paus betina dewasa di sekitar induk yang melahirkan. Mereka membentuk semacam lingkaran pelindung dan secara bergantian membantu mengangkat anak paus ke permukaan agar dapat bernapas.Beberapa minggu pertama kehidupannya, anak paus bungkuk akan terus berada dekat dengan induknya. Pada periode tersebut, mereka mulai mempelajari berbagai perilaku penting untuk bertahan hidup, termasuk cara mengambil napas di permukaan air."Paus bungkuk tampaknya memiliki ikatan yang luar biasa kuat dengan anak-anaknya," ujar Forrest.Selama sekitar 11 bulan, anak paus akan dirawat oleh induknya dan mendapatkan asupan susu kaya nutrisi. Setelah mencapai usia sekitar satu tahun, anak paus mulai mampu bertahan hidup secara mandiri.Anak paus bungkuk yang baru lahir memiliki bobot sekitar 900 hingga 1.360 kilogram atau hampir 1 sampai 1,5 ton. Panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 3 hingga 5 meter.Selama menyusu, berat badan anak paus bisa bertambah sekitar 45 kilogram setiap hari. Pertumbuhan tersebut membantu mereka membangun kekuatan sekaligus menyimpan cadangan energi yang dibutuhkan untuk menghadapi migrasi pertama dalam hidupnya.Paus bungkuk termasuk mamalia dengan kemampuan migrasi terjauh di dunia. Mereka dapat menempuh perjalanan hingga sekitar 8.000 kilometer sekali jalan, berpindah dari perairan kutub yang dingin menuju wilayah tropis yang lebih hangat untuk berkembang biak.Rekaman kelahiran ini pun diharapkan dapat memberikan informasi baru mengenai salah satu fase paling sulit diamati dalam kehidupan paus bungkuk, sekaligus membantu ilmuwan memahami perilaku reproduksi dan perkembangan anak paus di alam liar.