Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal Hossein Mohebi mengatakan bahwa Amerika Serikat mengerahkan teknologi militer tercanggihnya, termasuk kecerdasan buatan (AI), selama perang baru-baru ini melawan Iran, namun pada akhirnya gagal menaklukkan ketahanan institusional, kohesi ideologis, persatuan, dan tekad nasional negara tersebut.