Menanti Sidang Tahunan DPR Hari Ini

Wait 5 sec.

Dekorasi jelang Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR-DPD RI, serta Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD akan digelar pada 14 Agustus 2026. Persiapan terus dimatangkan sebelum acar digelar hari ini.Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Suprihartini mengatakan, koordinasi teknis telah dilakukan, termasuk dengan protokol kementerian dan lembaga. Gladi bersih juga telah digelar untuk memantapkan persiapan.Berikut rangkuman persiapan Sidang Tahunan DPR:Susunan KegiatanGladi bersih Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR-DPD RI, serta Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I RAPBN 2027 digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPlt Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Suprihartini mengatakan pihak sekretariat telah menerima arahan dari pimpinan MPR, DPR, dan DPD. Koordinasi dengan protokol kementerian/lembaga dilakukan untuk memastikan kehadiran tamu undangan.“Dan ini kami juga sudah melakukan semua persiapan dan mendapatkan juga arahan dari pimpinan, baik pimpinan MPR, pimpinan DPR, dan juga pimpinan DPD. Hari ini tadi Sekretaris Jenderal DPR juga melaksanakan rapat dengan seluruh protokol kementerian/lembaga untuk memastikan bahwa kehadiran dari tamu-tamu undangan ini dapat kami dapatkan konfirmasinya sebelum hari pelaksanaan,” ungkapnya.Untuk tamu VVIP, termasuk presiden dan wakil presiden terdahulu, Suprihartini mengatakan pihaknya masih menunggu konfirmasi kehadiran. Meski begitu, pengaturan teknis kedatangan para tamu telah dikoordinasikan.“Nah, itu kami masih menunggu untuk yang tamu-tamu VVIP. Namun kami juga tadi secara teknis juga mengoordinasikan terkait dengan untuk waktu-waktu pelaksanaan kapan tamu-tamu itu datang dan di mana tempat teman-teman protokol, juga ini sudah kami koordinasikan,” jelasnya.Sidang Pagi Dimulai 08.30Ketua DPR Puan Maharani (tengah) berbincang dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (kanan) dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin (kiri) saat meninjau persiapan tempat sidang tahunan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOSalah satu pengaturan dalam pelaksanaan Sidang Tahunan tahun ini yakni jadwal sidang pagi yang ditargetkan selesai sebelum salat Jumat. Sidang pagi akan dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.47 WIB.Suprihartini membenarkan bahwa rangkaian sidang pagi memang ditargetkan selesai sebelum salat Jumat.“Betul. Tadi sudah Kepala Biro Protokol DPD juga sudah menyampaikan bahwa sudah diputuskan waktunya itu sekitar jam 10.47 ya. Mudah-mudahan ini sesuai dengan jadwal,” katanya.Penetapan jadwal tersebut telah dibahas melalui rapat gabungan yang melibatkan kementerian/lembaga terkait serta unsur keamanan, termasuk TNI dan Polri.“Kemarin kami juga sudah melaksanakan rapat gabungan dipimpin oleh Bapak Sekjen DPD dengan mengundang seluruh kementerian/lembaga yang terkait dan juga dari pihak keamanan, baik TNI, Polri, dan juga unsur-unsur keamanan lainnya kemarin kami sudah undang rapat gabungan bersama dan sudah kami koordinasikan untuk tahap-tahap persiapan finalisasi dan sebagainya,” ungkapnya.“Kalau pelaksanaan sudah disepakati dimulai jam 08.30 untuk yang sidang pagi, nah diakhiri sekitar pukul 10.47. Mudah-mudahan sesuai dengan jadwal ya, jadi sebelum salat Jumat sudah bisa diakhiri,” tambah dia.Setelah sidang pagi selesai, agenda dilanjutkan dengan Rapat Paripurna DPR terkait RAPBN pada pukul 14.30 WIB.“Lalu untuk sidang Rapat Paripurna RAPBN akan dimulai pada pukul 14.30,” katanya.Jeda waktu antara sidang pagi dan sidang siang digunakan untuk pelaksanaan salat Jumat, istirahat, serta makan siang.“Kenapa ada jeda lama? Karena ada salat Jumat dan juga ada waktu istirahat dulu, apa makan siang dan sebagainya untuk kegiatan sidang kedua,” tuturnya.Rapat Paripurna RAPBN tersebut ditargetkan selesai sekitar pukul 16.00 WIB.“Dan nanti diakhiri sekitar pukul 16.00 lewat untuk yang sidang kedua Rapat Paripurna tersebut,” kata dia.8 Penerima Manfaat DihadirkanSuprihartini mengatakan persiapan Sidang Tahunan tahun ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun, terdapat satu hal yang akan ditampilkan dalam Sidang Gabungan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, yakni kehadiran delapan penerima manfaat dari pemerintah.“Kalau untuk kami persiapan teknis, itu sebenarnya kami tetap melakukan koordinasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, pada Sidang Gabungan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, pemerintah akan menghadirkan 8 penerima manfaat dari pemerintah, nanti yang akan dihadirkan ditempatkan di balkon bersama dengan para teladan dan juga peserta Parlemen Remaja yang terbaik,” ujarnya.Suprihartini mengatakan mereka merupakan penerima manfaat dari pemerintah.“Dari penerima manfaat,” kata dia.Gelar Gladi BersihSuasana gladi bersih Sidang Tahunan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanGladi bersih digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8). Kegiatan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan akhir menjelang pelaksanaan acara puncakDalam gladi tersebut, pemeran Presiden Prabowo Subianto terlihat memeragakan penyampaian pidato presiden sebagai bagian dari simulasi rangkaian acara.Gedung Parlemen Bernuansa Merah PutihDekorasi jelang Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR-DPD RI, serta Rapat Paripurna Pembicaraan Tingkat I RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSelain persiapan acara, gedung DPR juga bersolek dengan dekorasi bernuansa merah putih.Di dalam ruang sidang, sejumlah bendera Merah Putih telah terpasang dan menjadi bagian dari dekorasi utama ruangan.Backdrop berukuran besar juga telah terpampang di Gedung Nusantara. Backdrop tersebut nantinya akan menjadi latar belakang sesi foto para pejabat negara yang hadir dalam rangkaian Sidang Tahunan dan Sidang Bersama.Dekorasi juga terlihat pada bagian depan ruang rapat paripurna. Sejumlah tanaman dengan nuansa merah dan putih ditempatkan untuk memperkuat suasana peringatan Hari Kemerdekaan.Pintu menuju ruang rapat turut dihias dengan ornamen dedaunan. Di sejumlah titik kompleks parlemen, tampak pula ornamen berupa patung wayangSementara di Gedung Nusantara, terdapat satu area yang menampilkan beragam kekhasan Indonesia. Area tersebut dihiasi berbagai unsur budaya, mulai dari kain batik, patung, hingga anyaman.Pengalihan Arus Lalu LintasMengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar Kompleks Parlemen, Senayan, saat Sidang Tahunan, polisi mengimbau para pengguna jalan untuk mencari alternatif jalan."Diperkirakan lalu lintas di sekitar gedung DPR/MPR RI diprediksi padat serta ada pengalihan arus lalu lintas. Diimbau untuk memanfaatkan rute alternatif, atur waktu perjalanan, dan ikuti petunjuk petugas di lapangan," demikian keterangan dari pihak kepolisian di akun resmi TMC Polda Metro Jaya, Kamis (13/8).Belum dibeberkan seperti apa rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan. Pengguna jalan baru diimbau untuk mencari rute alternatif saja."Utamakan keselamatan dalam berkendara, selalu ikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran kita bersama, serta patuhi aturan yang berlaku," ucapnya.Antisipasi Anggota JogetKetua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanKetua DPD Sultan Bachtiar Najamudin memastikan lagu-lagu yang akan diputar di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 tidak akan memancing anggota dewan untuk berjoget.Hal tersebut menjadi salah satu langkah antisipasi agar pelaksanaan sidang tahun ini berlangsung lebih khidmat dan tertib. Pernyataan Sultan disampaikan menyusul evaluasi terhadap pelaksanaan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama tahun lalu.Sultan pun mengingatkan seluruh anggota parlemen untuk menjaga etika dan sikap sebagai anggota parlemen selama mengikuti agenda kenegaraan.“Iya sama sih, kita kan satu rumpun ya. MPR itu kan terdiri dari DPR dan DPD. Sebagai anggota parlemen, sebagai anggota perwakilan masyarakat, sudah seyogyanya memang kita menjaga etika dan sikap itu,” jelas Sultan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/8).“Tapi di luar memang secara pribadi memang kita harus menjaga itu, memang sidang bersama ini juga kita sudah batasi, tidak akan ada lagi nanti hal-hal seperti lagu-lagu yang akan memancing suasana menjadi seperti ada hiburan seperti itu ya,” lanjutnya.Menurut Sultan, pembatasan tersebut dilakukan agar Sidang Tahunan benar-benar menjadi agenda kenegaraan yang berlangsung dengan suasana khidmat, meskipun tetap membawa semangat perayaan Hari Kemerdekaan.“Jadi kita harapkan Sidang Tahunan dan Sidang Bersama ini betul-betul berjalan dengan khidmat, berjalan dengan tertib, aman dan lancar karena ini bagian dari Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Jadi meskipun gegap gempita tetapi khidmat,” katanya.Sultan menegaskan, lagu yang dipilih untuk ditampilkan dalam rangkaian acara juga telah disesuaikan. Lagu-lagu tersebut akan mengedepankan nuansa nasionalisme dan perjuangan.“Jadi sesuai dengan yang sudah disiapkan oleh panitia, lagu juga yang akan ditampilkan adalah lagu-lagu yang nasionalisme, perjuangan sehingga menghindari gerakan-gerakan yang akan nanti memancing, dalam tanda kutip, seakan-akan bernuansa seperti yang tadi teman-teman sampaikan. Itu juga bagian dari antisipasi agar publik juga tidak melihat itu berlebihan ya,” ujarnya.Dengan demikian, Sultan memastikan unsur hiburan yang berpotensi membuat suasana sidang menjadi terlalu meriah akan dihindari. Musik yang dimainkan tetap diarahkan untuk membangun semangat nasionalisme tanpa mengurangi kekhidmatan acara.