BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan Bagus Susetyo meminta kegiatan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di tingkat Rukun Tetangga (RT) tidak menjadi beban bagi masyarakat.Pernyataan tersebut disampaikan Bagus menyikapi ramainya pemberitaan mengenai penarikan iuran perayaan 17 Agustus di sejumlah lingkungan RT di Kota Balikpapan.Menurutnya, perayaan kemerdekaan seharusnya berlangsung dalam suasana ceria, penuh kegembiraan dan optimisme. Karena itu, pelaksanaan kegiatan di lingkungan warga perlu disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.“Perayaan kemerdekaan ini harus dihadapi dengan ceria, gembira dan optimisme. Bukan malah membebani masyarakat,” kata Bagus, pada Kamis (13/8/2026).Ia menilai semangat gotong royong dapat menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan kegiatan 17 Agustus. Kontribusi warga tidak harus selalu dalam bentuk uang, tetapi dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing.Warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih, kata dia, dapat memberikan sumbangan lebih. Sementara warga yang memiliki keterbatasan secara finansial tetap dapat berkontribusi melalui tenaga maupun pemikiran.“Tidak harus secara material. Yang mempunyai kelonggaran ekonomi lebih bisa memberikan lebih. Yang tidak, tenaganya bisa, pemikirannya bisa. Jadi potensinya sesuai dengan potensi yang ada,” ujarnya.Bagus menegaskan, perayaan kemerdekaan memiliki makna lebih dari sekadar menggelar perlombaan atau kegiatan hiburan. Momentum tersebut merupakan bentuk penghargaan terhadap jasa para pahlawan sekaligus sarana memperkuat kebersamaan warga.“Kita memberikan penghargaan terhadap pahlawan yang sudah dengan susah payah, darah dan nyawa untuk kemerdekaan. Kemudian kita berharap semangat gotong royong dan kekeluargaan bisa terus tumbuh,” katanya.Ia juga mengingatkan agar besaran iuran tidak dipaksakan, terlebih kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih menghadapi berbagai tantangan.“Tidak perlulah sampai mewajibkan ratusan ribu. Kita tahu kondisi sekarang juga tidak gampang. Usaha agak sulit, ekonomi melambat,” tutur Bagus.Menurutnya, apabila warga ingin menggelar kegiatan, sebaiknya kegiatan tersebut justru dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Bahkan, kegiatan perayaan dapat diarahkan untuk menambah pendapatan warga, bukan sebaliknya.“Kalau bisa saling gotong royong dan bahu-membahu untuk kepentingan warga lingkungan. Kalau tidak, mungkin membuat satu kegiatan yang bisa menambah pendapatan. Jangan malah mengurangi pendapatan,” ujarnya.Meski demikian, Bagus mengakui bahwa mekanisme kegiatan dan keputusan di tingkat RT merupakan hasil kesepakatan warga melalui rapat lingkungan. Karena itu, keputusan yang telah disepakati bersama tetap perlu dihormati.Ia berharap pengurus RT dapat mengevaluasi kembali mekanisme iuran agar tidak memberatkan warga dan tetap mengedepankan prinsip kebersamaan.“Kalau memang sudah ada keputusan, kita mesti menghargai keputusan yang sudah diambil oleh pimpinan dan pengurus di lingkungan. Tapi saya berharap semangatnya tetap gotong royong dan tidak memaksakan warga,” tutupnya. (*)