6.500 Pesilat Penuhi Bundaran HI, Bawa Silat ke Tengah Hiruk-Pikuk CFD

Wait 5 sec.

Kegiatan Flashmob pencak silat oleh 6.500 pesilat dari perguruan seluruh DKI Jakarta di Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparanMinggu pagi biasanya kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) dipenuhi pelari, pesepeda, hingga warga yang sekadar menikmati car free day (CFD). Namun, pemandangan berbeda terlihat pada Minggu (9/8) pagi ketika ribuan pesilat memenuhi ruas jalan di sekitar ikon Jakarta tersebut.Mengenakan seragam dari berbagai perguruan, para pesilat duduk dan berbaris mengelilingi kawasan Bundaran HI. Mereka datang dari berbagai wilayah dan perguruan pencak silat di DKI Jakarta untuk mengikuti flashmob yang digelar dalam rangka memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat.Kegiatan Flashmob pencak silat oleh 6.500 pesilat dari perguruan seluruh DKI Jakarta di Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparanSedikitnya 6.500 pesilat ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Barisan peserta disusun berdasarkan asal perguruan dan wilayah masing-masing sebelum mereka nantinya bergerak dalam satu rangkaian flashmob.Pemandangan ribuan pesilat yang berkumpul di tengah CFD itu sekaligus memperlihatkan keberagaman perguruan pencak silat di Jakarta. Seragam dan atribut yang berbeda-beda tampak menyatu dalam satu ruang yang biasanya lebih identik dengan aktivitas olahraga masyarakat. Beberapa pesilat pun terlihat masih dalam usia remaja.Kegiatan Flashmob pencak silat oleh 6.500 pesilat dari perguruan seluruh DKI Jakarta di Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparanWali Kota Jakarta Timur sekaligus Ketua Umum IPSI Jakarta Selatan, Mujirin, mengatakan kegiatan tersebut diinisiasi oleh Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI). Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pencak silat masih hidup dan dekat dengan masyarakat.“Jumlahnya 6500 peserta. Kalau ini dari DKI Jakarta semuanya. Ini perguruan-perguruan besar dari DKI Jakarta,” kata Mujirin.Bagi Mujirin, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan olahraga bela diri. Ia melihat pencak silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang perlu terus diperkenalkan, terutama kepada generasi muda.“Kita lagi mengusulkan setiap cat free day itu ada space khusus yang memang dialokasikan untuk pesilat ini yang nantinya kita akan gilir untuk tampil di sini,” ujarnya.