Rumah Berdempetan Jadi Tantangan Disdamkar Kukar Saat Tangani Kebakaran di Timbau

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, KUKAR – Penanganan kebakaran di Jalan Ruwan, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), pada Sabtu (8/8/2026), tidak mudah bagi petugas pemadam.Permukiman yang cukup padat membuat api berisiko menjalar ke bangunan di sekitarnya. Petugas pun harus membagi fokus, bukan hanya memadamkan titik api, tetapi juga menahan agar kobaran tidak meluas.Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani mengatakan, saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah cukup besar.“Ketika kami datang, api sudah sangat besar,” kata Fida.Sebanyak delapan kendaraan pemadam dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Sekitar 50 personel ikut turun ke lapangan, termasuk tiga komandan pleton. Penanganan juga dibantu sejumlah relawan pemadam kebakaran di Tenggarong.Fida mengatakan, kondisi bangunan yang berdempetan menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan petugas. Apalagi, sebagian bangunan menggunakan material kayu.Selain persoalan bangunan, petugas juga terkendala akses. Jalan menuju lokasi kebakaran cukup kecil sehingga kendaraan pemadam tidak bisa bergerak dengan leluasa.Kendala lain datang dari pasokan air. Saat kejadian, kondisi Sungai Mahakam sedang surut. Angin yang cukup kencang juga membuat suplai air menuju titik kebakaran tidak maksimal.“Pasokan air sempat macet karena air sungai surut cukup jauh. Angin juga cukup kencang sehingga pasokan air kami tidak maksimal sampai ke titik lokasi,” ujarnya.Dengan kondisi itu, petugas melakukan pemblokiran untuk mencegah api merambat ke bangunan lain. Upaya pemadaman berlangsung sekitar satu jam.Fida menyebut kondisi cuaca saat ini juga ikut meningkatkan risiko kebakaran. Cuaca yang panas, kering dan disertai angin membuat api lebih mudah membesar.“Apa yang kita rasakan hari ini memang dampak dari musim kemarau dengan tipikal cuaca berangin dan air yang surut. Cuacanya terik dan kondisi kering sehingga sesuatu mudah tersulut dan terbakar,” katanya.Dalam kejadian tersebut, empat bangunan hangus terbakar dan tiga bangunan lainnya terdampak. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.Sementara penyebab kebakaran belum diketahui. Fida mengatakan, penyebab pasti masih menunggu olah tempat kejadian perkara oleh pihak berwajib.“Nanti pihak yang berwajib melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pastinya,” pungkasnya.Nilai kerugian akibat kebakaran juga masih dalam pendataan. (*)