BorneoFlash.com, SAMARINDA — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kota Samarinda tak hanya menjadi forum konsolidasi organisasi, tetapi juga ruang diskusi mengenai arah politik menjelang Pemilu dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2029.Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti pentingnya membangun iklim demokrasi yang sehat dengan mengedepankan kualitas dan kapasitas calon pemimpin, bukan kekuatan finansial yang dimiliki peserta kontestasi.Menurut Andi Harun, partai politik saat ini mulai mempersiapkan langkah strategis menghadapi agenda politik lima tahun mendatang. Karena itu, proses penjaringan dan dukungan terhadap calon pemimpin daerah harus lebih berorientasi pada kompetensi serta integritas.“Saya cenderung mendukung calon kepala daerah yang memiliki kualitas, kemampuan, dan rekam jejak yang jelas,” ujarnya saat menghadiri Musda Golkar Samarinda di Hotel Fugo, pada Sabtu (8/8/2026).Ia menilai tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam proses politik berpotensi menimbulkan dampak negatif ketika seseorang telah terpilih menjadi kepala daerah. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memicu penyalahgunaan kewenangan apabila pemimpin lebih fokus mengembalikan modal politik dibanding menjalankan amanah masyarakat.Andi Harun mengingatkan bahwa praktik politik berbiaya tinggi kerap menjadi salah satu faktor yang membuka ruang terjadinya tindakan koruptif.“Ketika biaya politik terlalu besar, ada risiko munculnya keinginan untuk mengembalikan modal dengan cara yang tidak semestinya. Ini yang harus dihindari bersama,” katanya.Karena itu, ia berharap para figur yang akan maju dalam Pilkada mendatang berani menunjukkan komitmen untuk menghindari praktik politik uang dalam proses meraih dukungan masyarakat.Menurutnya, kepercayaan publik seharusnya dibangun melalui program kerja, gagasan pembangunan, rekam jejak pengabdian, serta kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat.“Kalau politik uang masih dijadikan andalan, dampaknya bisa berujung pada penyalahgunaan kewenangan dan praktik korupsi,” tegasnya.Lebih lanjut, Andi Harun menilai kesadaran politik masyarakat Samarinda terus mengalami perkembangan. Pemilih dinilai semakin rasional dalam menentukan pilihan dan tidak lagi semata-mata dipengaruhi faktor materi.Ia melihat fenomena tersebut dari sejumlah pengalaman pemilu sebelumnya, di mana ada kandidat yang mengeluarkan biaya besar namun tidak berhasil memenangkan kontestasi. Kondisi itu menunjukkan bahwa kekuatan finansial bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan.“Sekarang masyarakat semakin cerdas dalam memilih. Mereka mulai melihat kualitas, kapasitas, dan apa yang sudah dilakukan calon untuk masyarakat,” ujarnya.Menurutnya, tren tersebut perlu terus diperkuat melalui pendidikan politik yang sehat agar demokrasi berjalan lebih berkualitas. Partai politik juga memiliki peran penting dalam menghadirkan calon-calon pemimpin yang memiliki integritas, kemampuan, dan visi pembangunan yang jelas.Andi Harun pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga kualitas demokrasi dengan menjadikan rekam jejak dan kemampuan calon sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pilihan politik.“Kesadaran masyarakat sudah semakin baik. Walaupun praktik seperti itu mungkin masih ada, masyarakat pada akhirnya akan menentukan pilihan kepada calon yang dinilai memiliki kualitas terbaik,” pungkasnya. (*)