Ilustrasi minuman keras (miras). Foto: ShutterstockSebuah video beredar di media sosial memperlihatkan seseorang mengucapkan ayat suci Al-Quran pada sebuah booth minuman keras (miras) dalam acara festival musik The Sounds Project di kawasan Ancol, Jakarta Utara.Dalam narasinya, booth itu disebut menyediakan challenge kepada para pengunjung yang hafal ayat Al-Quran akan diberikan hadiah berupa miras.Unggahan ini lantas mendapat banyak kecaman. Masyarakat menilai apa yang terjadi sudah masuk penistaan agama.Penyelenggara Buka SuaraThe Sounds Project. Foto: Abid Raihan/kumparanPenyelenggara festival musik The Sounds Project buka suara mengenai peristiwa tersebut setelah melakukan penelusuran dan meminta klarifikasi dari berbagai pihak yang terlibat. Mereka mengatakan, peristiwa itu terjadi pada 9 Agustus lalu."Kami, sebagai penyelenggara acara, turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," demikian pernyataan penyelenggara dikutip dari Instagram @thesoundsproject, Selasa (11/8).Pihak penyelenggara mengeklaim kejadian itu berada di luar arahan, persetujuan, dan kendalinya. Mereka menegaskan tidak akan pernah menolerasi segala bentuk penistaan agama atau yang menyinggung SARA oleh pihak mana pun.Polisi SelidikiIlustrasi polisi. Foto: ShutterstockPolisi turun tangan menyelidiki dugaan penistaan agama yang terjadi dalam peristiwa challenge tersebut. Kapolsek Pademangan AKP Daniel Dirgala mengatakan pihaknya masih mengecek informasi mengenai kejadian tersebut.“Kami sedang cek dan lidik kejadiannya,” kata Daniel.Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi mengatakan penyelidikan dilakukan Unit Reskrim Polsek Pademangan.“Terkait berita tersebut unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan penyelidikan,” kata Maryati.Polisi juga akan memeriksa sejumlah saksi untuk mendalami kejadian tersebut.Pihak Penyelenggara dan MC DiperiksaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jumat (7/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanKabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihak Polsek Pademangan bersama Polres Metro Jakarta Utara telah melakukan penyelidikan."Polsek Pademangan berkoordinasi dengan penyelenggara dan pemilik booth untuk membantu kelancaran proses hukum," kata Budi dalam keterangannya.Penyidik juga sudah menjadwalkan agenda klarifikasi terhadap pihak penyelenggara dan MC acara tersebut. Polisi juga akan memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan."Selanjutnya, penyidik akan melengkapi administrasi penyelidikan dan melakukan gelar perkara. Kepolisian juga memfasilitasi masyarakat yang hendak membuat laporan terkait peristiwa tersebut," tukasnya.Advokat Muslim Buat Laporan PolisiAdvokat Mohammad Rizki usai melaporkan dugaan penistaan agama ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparanAdvokat Muhammad Rizki dari Tim Hukum Muslim mendatangi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan polisi terkait video dugaan penistaan agama dalam acara The Sounds Project.Rizki mengatakan ada lima pihak yang akan dilaporkan dalam perkara tersebut. Mereka yakni event organizer (EO), produsen minuman keras, dua orang MC, serta perempuan yang melafazkan Al-Quran untuk mendapatkan hadiah minuman keras.“Saat ini, Insyaallah kami akan membuat LP (Laporan Polisi) terkait kasus yang kemarin cukup ramai terkait dugaan tindak pidana penistaan agama yang ada di acara festival musik kemarin ya, gitu. Dan insyaallah, hari ini kami akan laporkan kurang lebih lima pihak," kata Rizki saat melayangkan laporan di Polda Metro Jaya."Yang pertama itu ialah EO dari acara tersebut, acara sampah tersebut. Yang kedua, produsen daripada miras. Yang ketiga, ada dua orang MC. Lalu yang terakhir itu perempuan yang melafazkan Al-Quran demi mendapatkan satu botol miras, gitu,” tambah dia.Dia membawa sejumlah barang bukti untuk mendukung laporan tersebut. Di antaranya video dan tangkapan layar yang berkaitan dengan kejadian.Untuk sementara, Ia menyebut Pasal 300 KUHP baru Tentang permusuhan, kebencian, atau penghasutan kekerasan terhadap agama, kepercayaan, atau golongan di muka umum, sebagai salah satu pasal yang akan digunakan dalam laporan tersebut.Selain ke Polda Metro, mereka juga membuat aduan ke Bareskrim Polri.Pramono Minta Ditindak TegasGubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Ketua Umum MUI Provinsi DKI Jakarta Muhammad Faiz Syukron memberikan keterangan pers usai menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanGubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta jajarannya mengambil tindakan tegas terkait viralnya aksi promosi minuman beralkohol yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan dalam acara The Sounds Project.Pramono menilai tindakan tersebut tidak seharusnya terjadi di Jakarta. Ia menyebut promosi minuman keras yang dikaitkan dengan kegiatan keagamaan telah menodai kehidupan keagamaan yang selama ini dijaga di Ibu Kota.“Yang berkaitan dengan promosi minuman keras yang viral, apalagi dikaitkan dengan kegiatan keagamaan, ini sungguh-sungguh menodai kehidupan keagamaan yang kita jaga bersama di Jakarta,” kata Pramono usai menghadiri Pengukuhan Pengurus MUI DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta.Atas kejadian tersebut, Pramono meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat (Askesra) DKI Jakarta Ali Maulana Hakim untuk segera berkoordinasi dan mengambil tindakan.Polisi Akan Panggil Newport dan Peserta ChallengeLogo Newport. Foto: Dok. IstimewaPolres Metro Jakarta Utara akan memanggil peserta yang diduga mengusulkan challenge membaca ayat Al-Quran untuk mendapatkan miras dalam acara The Sounds Project. Selain itu, polisi juga akan memanggil brand miras yang memfasilitasi challenge tersebut, yakni Newport.Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi mengatakan pemanggilan akan dilakukan setelah polisi menyelesaikan proses klarifikasi terhadap pihak-pihak yang sebelumnya telah diperiksa.“Iya, nanti setelah hasil klarifikasi ini. Kemungkinan juga pihak-pihak yang terkait akan kami klarifikasi juga,” kata Jonggi.“Iya (Newport akan dipanggil), yang bersangkutan dengan kegiatan tersebut akan kami (minta) klarifikasi,” ujarnya.Hal ini disampaikan setelah sebelumnya proses penyelidikan pihak EO The Sounds Project dan MC di booth Newport berlangsung di Polsek Pademangan, Jakarta Utara, di hari yang sama.