Pemadaman api di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD JatimKebakaran lahan di Gunung Bromo belum juga padam. Sudah hari ke-9 tim gabungan berusaha memadamkan api yang muncul sejak Selasa (3/8). Titik api bahkan sudah mencapai empat wilayah kabupaten yang berada di wilayah kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno menjelaskan, pemadaman masih terus dilakukan dan difokuskan di dua area yakni kawasan Dingklik, yang masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, serta kawasan P30 yang berada di Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo."Tim gabungan dibagi 2 grup untuk melakukan penanganan darat di area Pusung Duwur wilayah Dingklik, di bagian atas dan bagian bawah. Kemudian dari arah Ngadas Probolinggo masih terpantau kepulan asap di wilayah P30," kata Satriyo Nurseno, saat dikonfirmasi pada Rabu (12/8).Kendala angin kencang masih faktor utama susahnya pengendalian api dari darat. Petugas mencatat hembusan angin berkecepatan antara 5-37 kilometer per jam, dengan diselimuti asap dan titik api yang berada di tebing kemiringan."Untuk kendala pertama memang medan yang terjal sehingga menyulitkan tim pemadam manual untuk menjangkau titik api dan angin yang kencang membuat api cepat meluas. Selanjutnya, cuaca yang kurang mendukung, berkabut dan kepulan asap yang cukup tebal mempengaruhi visibilitas unit helikopter dalam operasi water bombing," jelasnya.Dari hasil rapat koordinasi, Satriyo juga menjelaskan, pengambilan air untuk water boombing dilakukan di Danau Ranupani dan Ranu Regulo. Pemilihan dua sumber air ini agar lebih dekat, dan mulai menyusutnya debit air di Danau Ranupani."Posko personel berlokasi di wilayah Kabupaten Malang, tepatnya di samping Bromo Hillside, sebagai pusat koordinasi operasi di lapangan. Sementara itu, pengambilan air untuk mendukung operasi water bombing dilaksanakan di Ranu Pani dan Ranu Regulo," ungkap dia.Pemadaman api di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD JatimTotal dari perhitungan sementara tim BPBD, area yang terbakar mencapai sekitar 921,42 hektare, data ini masih berkembang dalam proses pendataan ulang. Area yang terbakar didominasi jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar"Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," ucapnya.Di sisi lain, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Abdulrachman Saleh, Marsma TNI Reza Sastranegara, pemadaman menggunakan helikopter di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, hanya dapat dilakukan dengan satu helikopter."Berdasarkan pengalaman pelaksanaan operasi selama beberapa hari terakhir, kendala utama dalam kegiatan water bombing adalah kondisi nol jarak pandang (zero visibility) atau pada cuaca, sehingga helikopter tidak dapat melanjutkan operasi karena aspek keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas utama," ujar Marsma TNI Reza Sastranegara, saat rapat koordinasi.Pemadaman api di kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Foto: Dok. BPBD JatimSaat ini ketiga helikopter baik dari BNPB dan milik TNI AL dikerahkan untuk pendinginan titik api di wilayah Pakis Bincis, Dingklik, yang masuk kawasan Kabupaten Pasuruan dan P30 yang masuk kawasan Probolinggo. Di titik-titik itulah dari pengawasan helikopter lain, masih terpantau titik api yang aktif kembali."Selain itu, sempat muncul titik api baru di kawasan Penanjakan, sehingga ketiga helikopter akan melaksanakan operasi pembasahan (wetting) dan water bombing pada lokasi-lokasi tersebut," tukasnya.