Antisipasi El Nino, Polresta Balikpapan Perkuat Deteksi Dini Karhutla

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Mengantisipasi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah ancaman El Nino dan memasuki musim kemarau, Polresta Balikpapan memperkuat kesiapsiagaan bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Damkar, serta berbagai unsur masyarakat.Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel karhutla yang melibatkan seluruh komponen terkait. Kegiatan ini menjadi langkah awal, untuk memastikan seluruh personel dan perangkat penanganan siap bergerak apabila terjadi kondisi darurat.Wakapolresta Balikpapan AKBP Fauzan Arianto mengatakan, meski kondisi cuaca di Balikpapan masih relatif aman karena hujan masih turun, potensi karhutla tetap harus diantisipasi sejak dini.“Alhamdulillah sampai dengan sekarang Kota Balikpapan cuacanya masih sangat cerah, nyaman, masih ada mendung, kemudian masih ada hujan. Tetapi kita tetap melakukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak El Nino,” kata Fauzan, di Halaman Mapolresta Balikpapan, pada Kamis (13/8/2026).Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan respons ketika kebakaran sudah terjadi. Polisi bersama instansi terkait akan memperkuat pemantauan dan deteksi dini untuk mencegah kebakaran meluas.Pemantauan dilakukan melalui sejumlah sistem, di antaranya aplikasi Lembuswana dan Lancang Kuning, serta patroli lapangan yang akan ditingkatkan.“Kegiatan-kegiatan kita dalam pemantauan dan monitoring melalui aplikasi Lembuswana, Lancang Kuning, kemudian juga monitoring lewat patroli akan segera kami tingkatkan,” ujarnya.Fauzan mengungkapkan, Polresta Balikpapan juga telah menyiapkan tim khusus penanganan karhutla dan mengaktifkan command center yang terintegrasi dengan V-Connect serta sistem Lembuswana milik Polda Kalimantan Timur. lihat foto Wakapolresta Balikpapan, AKBP Fauzan Arianto. Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriSistem tersebut digunakan untuk mengorkestrasi personel di lapangan apabila ditemukan titik panas atau indikasi kebakaran. “Dari command center akan mengorkestrasi terhadap petugas kami yang di lapangan apabila ada menemukan hotspot,” jelasnya.Menurut Fauzan, strategi penanganan karhutla akan mengutamakan deteksi dini, langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum diharapkan menjadi langkah terakhir apabila ditemukan pelanggaran.“Langkah yang paling utama adalah pertama deteksi dini, kemudian preemtif, kemudian preventif. Mudah-mudahan tidak ada langkah penegakan hukum,” katanya.Selain memperkuat kesiapsiagaan aparat, Fauzan  meminta masyarakat berperan aktif mencegah munculnya titik api. Salah satunya dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.Ia juga mengingatkan warga agar tidak membakar sampah rumah tangga, karena asap pembakaran dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar.“Mari membuka lahan dengan tidak cara membakar. Sama-sama kita menjaga kenyamanan dan lingkungan dengan menjaga ekosistem, sehingga masyarakat bisa menghirup udara yang segar di Kota Balikpapan,” tuturnya.Fauzan mengatakan, pemerintah kota telah menyediakan fasilitas pengelolaan sampah sehingga masyarakat diharapkan memanfaatkannya dan tidak memilih pembakaran sebagai cara menangani sampah.Memasuki musim kemarau, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.Untuk keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 yang beroperasi selama 24 jam. lihat foto Polresta Balikpapan memperkuat kesiapsiagaan bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, Damkar, serta berbagai unsur masyarakat di Halaman Mapolresta Balikpapan, pada Kamis (13/8/2026). Foto: BorneoFlash.com/Niken SulastriFauzan menegaskan, pencegahan dan penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh kepolisian seorang diri. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, kejaksaan, masyarakat peduli api dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci.“Karhutla ini tidak bisa kami kerjakan sendiri. Kami butuh sinergi, kolaborasi, komunikasi yang baik dan dukungan dari seluruh pihak,” tegasnya.Ia berharap kesiapsiagaan bersama tersebut mampu menjaga Balikpapan dari ancaman kebakaran sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan kota. “Mari kita sama-sama menjaga lingkungan, menjaga ekosistem dan peduli pada alam. Mari kita jaga Kota Balikpapan yang guyub, rukun, Banua Etam bersatu,” pungkas Fauzan. (*)