Katy Perry Kecewa Lagu Firework Dipakai untuk Propaganda Perang AS

Wait 5 sec.

Penyanyi AS Katy Perry tiba di Met Gala 2026. Foto: Angela Weiss / AFPPenyanyi pop Katy Perry mengungkapkan kekecewaannya setelah lagu hitnya, Firework, digunakan dalam video yang diunggah akun TikTok resmi Gedung Putih. Video tersebut menampilkan rekaman serangan militer Amerika Serikat ke Iran, sementara Katy menegaskan dirinya tidak pernah memberikan izin atas penggunaan lagu tersebut.Melalui akun X, Katy menyatakan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui maupun menyetujui penggunaan Firework sebagai musik latar video yang berkaitan dengan operasi militer."Saya sangat terkejut dan marah melihat 'Firework' digunakan di akun TikTok Gedung Putih sebagai musik latar untuk rekaman serangan militer. Saya tidak pernah menyetujuinya, tidak pernah dimintai izin, dan saya sama sekali tidak mendukung penggunaan tersebut," tulis penyanyi berusia 41 tahun itu.Katy menilai penggunaan lagunya dalam konteks peperangan telah mengubah makna yang sejak awal ingin ia sampaikan melalui karya tersebut. Menurutnya, Firework diciptakan sebagai lagu yang memberi harapan dan semangat bagi mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit, bukan untuk mengiringi tayangan kekerasan."Saya menulis lagu ini sebagai lagu tentang harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati masa tergelap dalam hidup mereka. Melihat pesan tentang penghargaan terhadap diri sendiri dan semangat hidup dijadikan pengiring kehancuran dan kekerasan benar-benar bertentangan dengan semua nilai yang diwakili lagu ini."Penyanyi asal AS Katy Perry menyanyikan lagu kebangsaan sebelum dimulainya pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Paraguay di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, AS, Jumat (12/6/2026). Foto: Patrick T. Fallon/AFPPelantun Roar itu juga menegaskan bahwa musik seharusnya menjadi media yang menyatukan banyak orang, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan yang berkaitan dengan perang."Musik saya dibuat untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan."Kontroversi ini bermula ketika akun TikTok resmi Gedung Putih mengunggah video yang memperlihatkan serangkaian ledakan dan operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran dengan Firework sebagai musik latarnya. Unggahan tersebut menuai perhatian luas di media sosial, termasuk dari Katy yang kemudian menyampaikan protes secara terbuka.Hingga kini, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas keberatan yang disampaikan Katy Perry terkait penggunaan lagu tersebut.