Penandatanganan NPHD dan BAST Hibah Jalan Cihampelas Kota Bandung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Walikota Bandung, M. Farhan, di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7/2026). Foto: Dok. Diskominfo JabarGubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM optimistis rencana kembali beroperasinya Bandara Husein Sastranegara akan menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi Kota Bandung. Menurutnya, keberadaan bandara tersebut akan kembali menarik wisatawan, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, untuk datang ke Kota Kembang.Dedi mengatakan wisatawan mancanegara selama ini tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati berbagai layanan jasa yang menjadi ciri khas Kota Bandung."Dengan adanya Husein, saya yakin nanti akan semakin banyak kembali turis-turis dari Malaysia, Singapura, Brunei yang langganan. Sehingga di berbagai tempat mereka itu cuci rambut saja di sini, potong rambut di sini, gunting kuku di sini, perawatan wajah di sini. Maka, nginepnya di Bandung, di Kota Bandung, akan lebih lama," kata Dedi di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7).Menurutnya, meningkatnya lama waktu tinggal wisatawan akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah, terutama sektor perhotelan, restoran, dan usaha jasa lainnya.Penumpang pesawat dari Kualanamu, Medan tiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (25/4/2022). Foto: Raisan Al Farisi/ANTARA FOTO"Karena kota itu sumber pendapatannya ya pajak hotel dan restoran. Sehingga itu yang harus menjadi tempat kunjungan banyak orang," ujar Dedi.Meski begitu, Dedi menilai pengaktifan kembali Bandara Husein yang rencananya mulai Agustus 2026 itu juga harus diiringi dengan pembenahan kawasan perkotaan, agar wisatawan memperoleh pengalaman yang baik selama berada di Bandung.Farhan Siapkan Infrastruktur hingga Promo WisataWali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pengaktifan kembali Bandara Husein merupakan hasil kolaborasi yang telah dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.Farhan mengaku juga sempat berdiskusi dengan Dedi Mulyadi mengenai upaya menghidupkan kembali bandara tersebut. Menurutnya, keduanya kemudian berbagi peran untuk mendorong realisasi rencana tersebut."Di Magelang itu Pak Dedi Mulyadi bilang, 'Kamu tidak akan sendiri, sama-sama sama saya.' Maka kita bagi tugas. Saya bagian bikin gimik-gimik, bapak yang bagian politik tingkat atas," kata Farhan.Farhan menjelaskan upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah terbit Instruksi Presiden yang menjadi dasar pengaktifan kembali Bandara Husein. Menghadapi kembali beroperasinya bandara, Farhan mengungkapkan Pemkot Bandung kini fokus membenahi berbagai aspek pendukung, mulai dari kondisi jalan di sekitar bandara hingga pelayanan transportasi dan parkir."Jangan sampai penumpang turun atau penumpang mau naik merasakan bahwa Bandung belum siap, taksi belum beres, parkir berantakan, jalan masih rusak. Nah, itu yang enggak boleh terjadi," ujar Farhan.Farhan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung untuk memperbaiki sejumlah ruas jalan di sekitar Bandara Husein. Selain itu, Pemkot Bandung bersama tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga tengah menyiapkan berbagai program promosi wisata agar masyarakat memiliki alasan untuk memilih terbang ke Bandung, meski harga tiket pesawat saat ini relatif tinggi."Kami bersama tim ekonomi dan Disbudpar akan mendesain berbagai macam bentuk promo agar orang bisa tahu dan memberikan alasan, kenapa mesti bayar lebih untuk terbang datang ke Bandung," tutur Farhan.***Reporter: Abisatya Ramdhani