Fakta-fakta Lurah di Medan Ejek 'Cie Curhat Dia Bah' ke Warga

Wait 5 sec.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Shutter StockLurah Paya Pasir, bernama Syerly tengah disorot setelah diduga mengejek warga yang tengah mengadu ke Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.Peristiwa itu terjadi saat Rico mengunjungi Kecamatan Medan Marelan. Di sana Wali Kota Medan itu bertemu warga. Kemudian, salah satu warga mengadu kondisi penerangan jalan di sana buruk dan warga khawatir hal itu dimanfaatkan begal."Nanti izin sama lampu ya Pak, gelap kali soalnya Pak. Banyak kali di sini begal sering terjadi," ujar warga di video viral tersebut.Setelah itu, warga tersebut mengatakan penerangan lampu jalan sebelumnya memakai uang pribadinya sebanyak empat tiang. Kemudian, Lurah Syerly langsung nyeletuk "Cie, Curhat dia Bah."Inspektorat Panggil LurahInspektorat Kota Medan, telah memanggil dan meminta klarifikasi langsung dari lurah bernama Syerly dari Kecamatan Medan Marelan. Langkah tersebut tertuang resmi dalam Berita Acara Klarifikasi Nomor 800.1.6.2/257/Irbansus/2026, tertanggal 28 Juli 2026.Hasil pemeriksaan inspektorat, lurah tersebut terindikasi kuat melanggar kode etik sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penegakan Disiplin dan Kode Etik Pegawai Aparatur Sipil Negara."Oknum ASN tersebut terindikasi kuat melanggar kode etik sesuai dengan Perwal Medan Nomor 58 Tahun 2023," kata Inspektur Kota Medan, Erfin Fahrurrazi, dalam keterangannya, Rabu (29/7).Erfin menuturkan, pemeriksaan tersebut mengacu pada Pasal 4 huruf f Perwal Kkta Medan Nomor 58 Tahun 2023. Aturan tersebut tegas mengamanatkan bahwa setiap pegawai ASN wajib menunjukkan integritas dan keteladanan, baik dalam sikap, perilaku, ucapan, maupun tindakan kepada siapa pun, di dalam maupun di luar lingkungan kedinasan.Sehingga lurah tersebut direkomendasikan untuk diberikan hukuman disiplin ringan."Buntut dari temuan ini, inspektorat merekomendasikan adanya langkah pembinaan disiplin terhadap yang bersangkutan," ujar Erfin.Rekomendasi tindakan disiplin merupakan hukuman disiplin ringan yang merujuk pada Pasal 7 Ayat (1) huruf d dalam peraturan yang sama.Sanksi ini dijatuhkan atas pelanggaran kewajiban menjaga integritas dan keteladanan yang dinilai telah memberikan dampak negatif terhadap citra perangkat daerah terkait.Lurah Syerly Minta MaafLurah Paya Pasir, Syerly, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Ia mengaku, kejadian itu merupakan hal spontan karena merasa dekat dengan Ibu Ulfa, yang curhat kepada wali kota tersebut."Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa, dan sebaliknya Ibu Ulfa pun demikian kepada saya, jadi terucap begitu saja," ucap Syerly.Ulfa pun mengatakan kejadian itu merupakan hal candaan dengan lurah tersebut."Kami dekat dengan Ibu Lurah, jadi biasa bercanda seperti itu. Ya mungkin tanggapan netizen lain, saya pun mohon maaf juga, tapi yang jelas kami biasa aja kok gak ada masalah," pungkas Ulfa.Anggota DPRD: Tak Layak, CopotIlustrasi PNS. Foto: ShutterstockUcapan Lurah Paya Pasir, bernama Syerly, yang menyindir seorang warga yang tengah mengadu ke Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas berbuntut panjang. Selain viral, anggota DPRD Medan mendesak agar Syerly dicopot.Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Robi Barus, menilai sikap lurah tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin yang seharusnya melayani dan mengayomi masyarakat."Ngapain dia jadi pemimpin. Jadi lurah di sana tidak punya empati. Itu kan salah satu hak masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Jadi enggak benar lurah kayak gitu. Tak layak jadi lurah itu," kata Robi saat dihubungi, Rabu (29/7).Robi mengatakan, apabila seorang lurah tidak mampu mengayomi masyarakatnya, maka pemerintah sebaiknya menggantinya dengan sosok yang lebih layak."Kalau dia enggak bisa mengayomi masyarakatnya, bagus dicopot saja lah, ngapain lagi. Ganti aja dengan yang mau mengemong masyarakatnya," ujarnya.Ia juga menyayangkan ucapan lurah yang dinilai bernada mengejek warganya sendiri."Sangat menyayangkan dan menyesalkan lah," ucap Robi.Respons Walkot MedanWali Kota Medan, Rico Waas saat konferensi pers soal camat hingga lurah positif narkoba. Foto: Dok. IstimewaWali Kota (Walkot) Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menanggapi video viral seorang Lurah Paya Pasir yang melontarkan ejekan kepada warganya sendiri.Rico mengatakan lurah bernama Syerly tersebut saat ini sedang diperiksa Inspektorat."Sedang dalam pemeriksaan Inspektorat ya. Pemeriksaan, kita ikutin proses-proses ya," kata Rico saat ditemui di Kantor Wali Kota Medan, Rabu (29/7).Rico mengatakan, jika ditemukan adanya pelanggaran terhadap lurah tersebut, maka pihaknya akan mengikuti proses sesuai aturan."Di mana kalau memang ditemukan adanya pelanggaran, kita ikutin proses tersebut sesuai aturan ya. Tapi dalam proses Inspektorat ini," ujar Rico.Permintaan MaafMediasi antara kedua belah pihak antara warga bernama Ulfa dengan Lurah Paya Pasir Foto: Dok. IstimewaSyerly mengatakan, ucapannya merupakan bentuk candaan karena dirinya sudah lama mengenal Ulfa. Keduanya, kata dia, juga memiliki hubungan keluarga."Permohonan maaf kepada publik. Karena saya merasa dekat dan akrab serta sering bercanda kepada Ibu Ulfa. Saya sama Ulfa ini sudah lama mengenal, bukan baru sekali ini. Dan kita pun ada juga terkait dengan family (hubungan keluarga). Tiap hari kita sering ketemu sapa," kata Syerly saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7).Syerly menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Rabu (22/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Wali Kota Medan Rico Waas tengah meninjau pengecoran jalan di Jalan Takenaka, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan.Syerly turut mendampingi Rico dalam peninjauan tersebut. Ulfa kemudian menemui Rico dan mengeluhkan penerangan jalan. Ulfa disebut telah memasang lampu menggunakan uang pribadinya."Jadi si Ulfa ini langsung curhat meminta sama Pak Rico atas bola lampu, yang mana bola lampu itu sudah didahulukannya pakai dananya sendiri seperti di video. Karena memang kebetulan bila lampu itu dekat sekitar rumah dia. Karena kebetulan pun rumah penduduk di sini jauh-jauh, rumah orang tuanya, tanah kosong, rumah dia, baru tambak," ujar Syerly."Langsung saya dengan spontanitasnya itu, saya bilang, 'Cie, curhat nih ye.' Itu saya tidak ada makna apa-apa, enggak ada. Karena kan memang benar si warga ini, si Ulfa ini dia curhat," sambungnya.Menurut Syerly, sebelum menyampaikan keluhan kepada Rico, Ulfa sempat berkomunikasi dengannya dan menanyakan waktu kedatangan wali kota. Syerly kemudian mempersilakan Ulfa menyampaikan langsung keluhannya."Sebelum Pak Wali datang, dia pun bertanya sama saya, 'Bu, jam berapa Pak Wali datang?' Sebentar lagi, ini di jalan. Masih bercengkerama pun kita, dalam arti di depan rumahnya kita canda tawa. Karena kita merasa kenal sama dia, merasa tidak ada batas sama dia," ucap Syerly.LPJU Disebut Sudah Diajukan Sejak Tahun LaluDishub Kudus melakukan perbaikan LPJU. Foto: Dok. Dishub KudusSyerly mengakui Jalan Takenaka membutuhkan penerangan karena kawasan tersebut relatif sepi dan permukiman penduduk tidak padat.Menurutnya, kelurahan telah mengajukan perbaikan penerangan jalan kepada Dinas Perhubungan sejak tahun lalu. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut."Di mana Jalan Takenaka ini, jalannya memang sangat sunyi dan tempat tinggal penduduk itu memang tidak seramai seperti penduduk biasa di lingkungan inti. Untuk pelaporan bola lampu itu sudah kita pernah laporkan ke Dinas Perhubungan setahun yang lalu. Jadi memang situasi untuk Takenaka ini kalau malam itu sunyi. Wajar juga beliau minta penerangan. Tapi kita sebagai kelurahan sudah pernah bermohon minta untuk kelurahan kan semua sudah kita minta," jelas Syerly.Syerly mengatakan, Ulfa sebelumnya pernah menanyakan persoalan penerangan jalan tersebut kepadanya. Saat itu, ia meminta Ulfa bersabar karena kelurahan masih menunggu respons Dinas Perhubungan."Dia sudah memang tanya sama saya, 'Bu, mana lampu ini? Aku beli sendiri pakai uangku.' Oh, ya sudah lah. Masyarakat kita di sini sudah kita ajukan, saya bilang. Cuma karena belum ada juga balasan dari Dinas Perhubungan, tunggu lah dulu, sabar, saya bilang kan," imbuh Syerly.Jalan Takenaka Kerap Terendam Banjir RobSelain minim penerangan, Syerly mengatakan Jalan Takenaka kerap terdampak banjir rob. Kondisi tersebut membuat keberadaan penerangan jalan diperlukan pada malam hari.Syerly menyebut, belum pernah mendengar kasus begal di kawasan tersebut. Namun, menurutnya, kasus penjambretan pernah terjadi pada tahun ini dengan korban seorang pelajar."Jalan Takenaka ini, setiap pasang, dia paling gawat, pasang rob. Kalau kita banjir pasang, dia lebih besar volumenya daripada banjir hujan. Kalau rawan begal sebenarnya, selama saya dari kecil sampai sekarang, belum pernah saya dengar sini begal. Enggak ada kalau begal kayak macam pakai kelewang, diancam," kata Syerly."Jadi ada anak-anak sekolah main handphone di jalan. Dari depan datang seseorang mengendarai sepeda motor Honda PCX. Diikutinya sambil dia berhenti dulu sebentar, sepi langsung diambil handphone, 'Sat.' Spontan anak tadi menarik tasnya jambret itu," pungkasnya.