IHSG Berpeluang Uji Level 6.300 Pekan Depan, Ini Deretan Sentimen Pemicunya

Wait 5 sec.

Warga mengamati grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melalui ponsel pintar di Jakarta, Senin (18/5/2026). Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sepekan ke depan diprediksi akan menguat, namun terbatas. Adapun IHSG pada pekan ini periode 27–31 Juli menguat 0,64 persen ke level 6.236,13 dari posisi 6.196,43 pada pekan lalu.Analis pasar modal Hendra Wardhana menjelaskan bahwa penguatan terbatas terjadi karena laju IHSG pada pekan ini masih dibayangi aksi jual investor asing.“Saya melihat peluang IHSG pada pekan depan masih cenderung bergerak positif, namun kenaikannya kemungkinan bersifat terbatas (limited upside). Meski demikian, penguatan tersebut masih dibayangi aksi jual investor asing yang pada sepekan terakhir membukukan net sell sekitar Rp1,4 triliun,” ujarnya kepada kumparan, Minggu (2/8).Adapun kenaikan pada pekan ini, menurutnya, masih lebih banyak ditopang oleh investor domestik, sehingga ruang penguatan berpotensi terbatas selama arus dana asing belum kembali masuk secara konsisten.Dari sisi teknikal, ia menjelaskan bahwa level psikologis 6.300 menjadi resistance yang cukup penting untuk ditembus.“Apabila sentimen eksternal tetap kondusif dan tidak muncul tekanan baru dari pasar global, IHSG berpeluang menguji area tersebut pada awal pekan. Namun apabila terjadi aksi ambil untung (profit taking), maka area gap di kisaran 6.186 menjadi support terdekat yang perlu dijaga. Selama IHSG mampu bertahan di atas level support tersebut, peluang melanjutkan penguatan secara bertahap masih tetap terbuka,” ujarnya.Saat ini, ia juga menjelaskan bahwa investor masih akan berfokus pada beberapa sentimen utama, khususnya perkembangan di Timur Tengah.“Fokus investor pada pekan depan diperkirakan masih akan tertuju pada beberapa sentimen utama. Pertama, perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian setelah beredarnya dokumen peringatan keamanan Amerika Serikat mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya,” kata Hendra.Selain Hendra, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG juga akan menguat terbatas sepekan ke depan.“Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas, adapun support di 5.966 dan resistance di 6.377,” ujarnya.Ia melihat saat ini investor masih mencermati beberapa sentimen, termasuk rilis neraca perdagangan, data makro China, hingga data ketenagakerjaan dan NFP AS. Di samping itu, isu independensi Bank Indonesia (BI) turut menjadi perhatian pasar.“Investor masih akan mencermati independensi dan kontinuitas kebijakan moneter Bank Indonesia, serta pergerakan nilai tukar rupiah,” kata Herditya.