Perry Warjiyo Mundur, BI Pastikan Stabilitas Rupiah Tetap Jadi Prioritas

Wait 5 sec.

Seorang warga (kiri) menukarkan uang rupiah baru melalui layanan mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/3/2025). Foto: Aprillio Akbar/ANTARA FOTOBank Indonesia (BI) memastikan arah kebijakannya tidak berubah setelah dipimpin pejabat gubernur sementara, menyusul pengunduran diri Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo.Destry Damayanti didapuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI, didampingi empat Deputi Gubernur lain yakni Aida Budiman, Filianingsih Hendarta, Ricky Perdana Gozali, dan Thomas Djiwandono.Destry menyatakan, sekalipun BI berada dalam masa transisi kepemimpinan, seluruh anggota Dewan Gubernur tetap berkomitmen menjaga stabilitas rupiah, baik dari sisi nilai tukar maupun inflasi, sebagai prioritas utama. "Dengan formasi kami sekarang ini, kami akan tetap komitmen di mana stabilitas saat ini untuk rupiah, baik untuk nilai tukar atau terkait dengan inflasi, maka itu menjadi prioritas kami," ujar Destry dalam paparannya via Zoom di acara Editors Briefing BI di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (31/7).Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti (kiri) bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (tengah) dan Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (kanan) menyampaikan keterangan pers terkait pengunduran diri Gubernur BI Perry Warjiyo. Foto: ANTARA FOTO/MarcoDemi menjaga stabilitas nilai tukar, kata Destry, BI akan tetap aktif berada di pasar melalui sejumlah instrumen intervensi. Kebijakan ke depan juga akan diarahkan untuk menarik capital inflow guna memperkuat sektor eksternal, termasuk cadangan devisa dan neraca pembayaran."Kita akan masuk untuk intervensi apakah spot, NDF (Non-Deliverable Forward) ataupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward)," ucapnya. Sementara dari sisi inflasi, Destry mengatakan BI terus memperkuat tim pengendali inflasi di tingkat pusat dan daerah, termasuk melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). "Bagaimana kita bantu mereka (Pemda -red) untuk mulai dari smart farming, mau nanam cabai, dan sebagainya," ujarnya.BI juga terus memperkuat sinergi dengan Kementerian Keuangan, OJK, dan LPS dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menangani segmentasi likuiditas yang saat ini terjadi di sektor perbankan. Eks Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Foto: M Risyal Hidayat/ANTARA FOTODestry kembali menegaskan dengan formasi Dewan Gubernur saat ini, arah kebijakan BI tidak berubah dari sebelumnya. "Stance kita tetap sama, tidak berubah dibandingkan dengan posisi stance sebelumnya. Kita akan tetap memfokuskan stabilitas dengan mengoptimalkan berbagai instrumen dan berbagai kebijakan yang kami miliki untuk stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi," jelasnya.Destry pun menegaskan penunjukan dirinya menggantikan Perry merupakan konsekuensi otomatis dari ketentuan perundang-undangan, mengingat posisinya sebagai Deputi Gubernur Senior. Ia menyatakan status tersebut bersifat sementara dan proses selanjutnya akan mengikuti mekanisme yang diatur dalam UU BI.