BorneoFlash.com, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk tidak panik menghadapi situasi global yang semakin tidak menentu. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah sehingga bangsa ini harus menyikapi berbagai tantangan dengan bijaksana dan tetap menjaga persatuan.Saat bertemu Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat dan Daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat, Prabowo menegaskan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik dunia tidak boleh membuat masyarakat Indonesia takut.Ia meminta seluruh elemen bangsa menjadikan kondisi tersebut sebagai pengingat untuk bersikap lebih arif, berhati-hati dalam bertindak, dan menjaga persatuan nasional.“Situasi global sangat rawan, tetapi tidak ada gunanya kita panik, tidak ada gunanya kita ketakutan. Kondisi ini justru membuat kita harus lebih sadar, bertindak dan bertutur kata dengan kearifan serta kebaikan,” kata Prabowo.Prabowo menilai kekayaan sumber daya alam membuat Indonesia sejak lama menarik perhatian banyak negara. Ia menjelaskan bangsa-bangsa dunia telah mendatangi Nusantara sejak abad ke-16 untuk mencari komoditas bernilai tinggi, terutama rempah-rempah dan kayu berkualitas.Menurutnya, masyarakat dunia pada masa itu memanfaatkan rempah-rempah sebagai kebutuhan strategis karena belum memiliki teknologi pendingin untuk mengawetkan bahan makanan selama pelayaran jarak jauh.Prabowo menegaskan bahwa kekayaan alam merupakan anugerah sekaligus tantangan. Ia menilai berbagai pihak kerap memperebutkan negara atau kawasan yang memiliki sumber daya alam melimpah.“Negara atau kawasan yang memiliki sumber daya alam sangat kaya sering menarik perhatian banyak pihak. Kenapa Timur Tengah terus bergejolak? Karena kawasan itu memiliki banyak gas, minyak, dan mineral lainnya. Berbagai kepentingan memicu konflik di sana selama ratusan tahun,” ujarnya.Karena itu, Prabowo meminta seluruh pihak terus menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan, dan menjalankan kebijakan secara bijaksana agar Indonesia mampu melindungi kepentingan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. (*)