Pedestrian Deck Dukuh Atas: Nantinya Sudirman-Wisma 46 Cuma 5 Menit Jalan Kaki

Wait 5 sec.

Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanPT MRT Jakarta (Perseroda) berencana membangun Pedestrian Deck di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penyeberangan, tetapi juga bakal menghubungkan seluruh moda transportasi publik di kawasan tersebut.Berdasarkan kajian perusahaan, kawasan Dukuh Atas terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran 1 (Q1) mencakup area Stasiun MRT Dukuh Atas dan Stasiun KRL BNI City, Q2 meliputi Stasiun KRL Sudirman dan Transport Hub, Q3 merupakan kawasan perkantoran BNI, serta Q4 yakni Stasiun LRT Jabodebek dan Halte Transjakarta Galunggung.Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan, mengatakan bahwa perusahaan melihat urgensi besar dalam pengembangan pedestrian deck di Dukuh Atas. Agus menyebutkan, kajian pra-uji kelayakan (feasibility study/FS) telah dilakukan dan pencanangannya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.Empat kawasan di Dukuh Atas saat ini menampung hampir seluruh layanan transportasi publik di Jakarta, yakni MRT, Transjakarta, KRL Commuter Line, Kereta Bandara, LRT Jabodebek, hingga LRT Jakarta yang masih dalam proses pembangunan. Sayangnya, interkoneksi antarmoda tersebut belum terhubung secara optimal.Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta, Agus Trihan. Foto: Sifa Maulida/kumparanBerdasarkan hasil kajian, Agus menjelaskan bahwa keberadaan Pedestrian Deck Dukuh Atas dapat memangkas waktu tempuh pejalan kaki secara signifikan, terutama mobilisasi dari kawasan Q1 dan Q2 menuju Q3 yang selama ini lebih ramah untuk pengguna kendaraan pribadi.“Kalau di kajian itu sebenarnya titiknya banyak. Yang paling problematik adalah dari titik antarmoda ini (Q1, Q2, dan Q4) ada penghematan sekitar 2–3 menit. Namun yang paling signifikan adalah dari sisi Menara Landmark mau ke Shangri-La (Q3), saya rasa bisa menghemat sekitar 4–5 menit,” jelas Agus saat kelas MRTJ Fellowship Program 2026, Minggu (2/8).Di sisi lain, PT MRT Jakarta telah mengembangkan Dukuh Atas sebagai kawasan Transit-Oriented Development (TOD) secara bertahap. Beberapa di antaranya yakni pembangunan Gedung Transport Hub dan pedestrianisasi Jalan Blora–Kendal yang sebelumnya merupakan underpass kendaraan. Kendati demikian, infrastruktur penunjang tersebut masih terpusat di kawasan Q1 dan Q2.“Sekarang area di Kendal ini sudah aktif banget. Langkah selanjutnya adalah kita ingin tidak cuma daerah sini yang hidup, kalau bisa dari selatan juga terkoneksi. Untuk itulah kami mengusulkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas,” kata Agus.Berapa Lama Waktu Tempuh Stasiun Sudirman ke Wisma 46 BNI?Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanKumparan mencoba berjalan kaki langsung dari kuadran 2 Dukuh Atas, yakni Stasiun Sudirman, menuju kuadran 3 di area Wisma 46 BNI. Perjalanan dimulai pukul 13.55 WIB.Jalur yang dipilih dimulai dari pinggir Jalan Jenderal Sudirman menuju Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Dukuh Atas yang tersambung dengan Halte Transjakarta Dukuh Atas dan Halte Galunggung.Setelah menyeberang melalui JPO, perjalanan dilanjutkan ke arah Jalan Karet Pasar Baru Timur III, kemudian menyeberang menggunakan fasilitas zebra cross sebelum akhirnya tiba di Wisma 46 BNI.Perjalanan kaki dari Stasiun Sudirman menuju Wisma 46 BNI tersebut membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Dengan demikian, jika Pedestrian Deck Dukuh Atas beroperasi, waktu tempuh pejalan kaki dapat dipangkas separuhnya menjadi hanya 5 menit.Selain menghemat waktu, pejalan kaki juga dapat meminimalisasi risiko saat menyeberang jalan raya. Dalam uji coba tersebut, pejalan kaki harus menyeberang dua ruas jalan raya utama yang salah satunya tidak dilengkapi JPO. Kehadiran pedestrian deck diharapkan dapat memangkas potensi konflik antara pejalan kaki dan kendaraan bermotor.Adapun diameter Pedestrian Deck Dukuh Atas direncanakan mencapai 100 meter dengan ketinggian bottom deck sekitar 8 meter dari Jalan Sudirman, serta bentang kolom sepanjang 66 meter. Infrastruktur ini juga bakal dilengkapi masing-masing tiga unit eskalator dan elevator guna menjamin aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat.Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanFasilitas ini diproyeksikan menjadi ruang publik baru yang nyaman dengan pemandangan terbuka ke arah Patung Sudirman dan Bundaran HI. Saat ini, proses lelang kontraktor telah dibuka dan pengerjaan konstruksi ditargetkan mulai berjalan pada November 2026.