BorneoFlash.com, KUKAR - Penyusutan anggaran yang dialami Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai akan menjadi tantangan dalam merealisasikan program-program Kukar Idaman Terbaik. Kondisi itu membuat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kukar mengingatkan pemerintah daerah agar menyusun skala prioritas dan menyesuaikan program dengan kemampuan keuangan yang tersedia.Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kukar, Rahmad, mengatakan kondisi fiskal daerah saat ini telah mengalami penyusutan yang cukup besar. Karena itu, menurutnya, tidak semua program dapat dijalankan seperti yang direncanakan pada awal penyusunan visi dan misi kepala daerah."Karena anggaran kita sekarang sedang mengalami penyusutan dan pengurangan yang begitu besar. Sehingga ada bagian-bagian yang harus kita sesuaikan kembali dengan cita-cita kita dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik," ungkapnya, Rabu (30/7/2026).Rahmad juga menilai penyesuaian tersebut perlu dilakukan agar program yang dijalankan tetap realistis. Di sisi lain, ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Kukar masih cukup tinggi sehingga pemerintah harus mampu menyeimbangkan antara target pembangunan dan kemampuan anggaran daerah.Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat kepala daerah terjebak pada janji-janji politik yang sulit diwujudkan karena keterbatasan fiskal."Karena kami tidak ingin Bupati dan Wakil Bupati nanti, dalam tanda kutip, terjerumus pada janji-janji politik semata. Jangan sampai seperti itu," tegasnya.Ia menjelaskan, sikap Fraksi PDI Perjuangan yang memberikan catatan dalam pembahasan anggaran merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD. Fraksinya masih ingin mengkaji sejumlah poin agar kebijakan yang diambil benar-benar selaras dengan kondisi keuangan daerah."Rasa sayang dan cinta kami terhadap pemerintah salah satunya diwujudkan melalui bentuk kontrol tadi. Kami ingin mengoreksi beberapa hal dan memperdalamnya," katanya.Rahmad juga menepis anggapan yang mengaitkan sikap fraksinya dengan kepentingan politik tertentu. Menurutnya, berbagai penafsiran tersebut merupakan hal yang lumrah dalam dinamika pembahasan anggaran di DPRD."Kalau hari ini ada pihak-pihak lain yang merasa bahwa ada konstelasi politik dan lain sebagainya, saya pikir itu biasa saja. Namanya juga kita berdinamika di DPR, apalagi ketika berbicara anggaran yang selalu dikaitkan dengan hal-hal tersebut," tuturnya. Ia menegaskan, seluruh masukan yang disampaikan Fraksi PDI Perjuangan bertujuan agar program Kukar Idaman Terbaik tetap berjalan sesuai kemampuan fiskal daerah dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat."Pada prinsipnya, ini merupakan bentuk rasa sayang kami terhadap pemerintah dan masyarakat Kutai Kartanegara," pungkasnya.