Warga Padati Bandara Hang Nadim, Rela Jalan 3 Km demi Lihat Jet Tempur F-16

Wait 5 sec.

Warga melihat pesawat tempur F16 Fighting Falcon saat Open Base TNI AU di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. IstimewaSuasana berbeda terlihat di Bandara Hang Nadim Batam, Minggu (2/8). Cuaca terik tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk menyaksikan dari dekat enam pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara (TNI AU) yang dipamerkan kepada publik di Apron Terminal Cargo Bandara Hang Nadim Batam.Sejak pagi, warga memadati kawasan bandara. Kepadatan kendaraan menyebabkan arus lalu lintas di area bandara hingga menuju lokasi mengalami kemacetan.Banyak pengunjung bahkan memilih memarkir kendaraan jauh dari lokasi dan berjalan kaki sekitar tiga kilometer agar dapat mengikuti kegiatan tersebut.Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengabadikan momen di dekat pesawat tempur dengan tetap berada di area yang telah ditentukan petugas.Mustainah, salah seorang warga yang datang bersama keluarganya, mengaku sengaja membawa anaknya untuk melihat langsung pesawat tempur TNI AU."Mumpung libur, sekalian ajak anak jalan-jalan," kata Mustainah.Warga melihat pesawat tempur F16 Fighting Falcon saat Open Base TNI AU di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. IstimewaKehadiran pesawat tempur tersebut merupakan bagian dari kunjungan dua skadron TNI AU, yakni Skadron Udara 3 dari Madiun dan Skadron Udara 16 dari Pekanbaru. Kedua skadron tersebut mengoperasikan pesawat tempur F-16 yang kini dapat disaksikan masyarakat secara langsung dari jarak aman.Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto mengatakan, kehadiran TNI AU di tengah masyarakat merupakan upaya untuk mendekatkan institusi tersebut kepada masyarakat sekaligus memperkenalkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki TNI AU."Kita hadir di Batam untuk ada di tengah-tengah masyarakat, biar masyarakat mengenal apa itu TNI AU dan apa itu pesawat yang kita punya," ujar Djoko dalam keterangannya.Menurutnya, seluruh alutsista yang dimiliki TNI AU pada hakikatnya merupakan milik masyarakat karena pengadaannya berasal dari uang negara."Semua pesawat yang kita punya tentunya dibiayai dari masyarakat itu sendiri. Jadi ini bukan punya TNI AU saja, tapi ini punya masyarakat kita sendiri," katanya.Warga melihat pesawat tempur F16 Fighting Falcon saat Open Base TNI AU di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. IstimewaKegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 5 Agustus 2026. Selama berada di Batam, masyarakat dapat melihat secara langsung aktivitas pesawat tempur F-16, mulai dari proses persiapan, lepas landas hingga kembali mendarat.Masyarakat juga diperbolehkan mendekati pesawat dan berfoto bersama dengan tetap mematuhi batas keamanan yang telah ditentukan. Kru dan pilot TNI AU turut mendampingi pengunjung selama berada di sekitar pesawat."Masyarakat diizinkan untuk merapat dan berfoto bersama mendekati pesawat dengan batas aman. Ada kru dan pilot yang mendampingi," jelas Djoko.Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir selama mengikuti arahan petugas."Mendekat boleh, tapi di jarak yang aman," tegasnya.Kegiatan tersebut juga tidak dipungut biaya. "Gratis. Ini kan masyarakat yang beli," kata Djoko.Warga melihat pesawat tempur F16 Fighting Falcon saat Open Base TNI AU di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/8/2026). Foto: Dok. IstimewaSelain mendekatkan TNI AU dengan masyarakat, kehadiran dua skadron F-16 di Batam juga berkaitan dengan pelaksanaan latihan operasi terintegrasi Trimatra yang melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara."Biasanya latihan itu masing-masing. Nah, sekarang kita gabungkan sehingga lebih menyerupai suatu operasi bersama. Karena kita kan perang tidak sendiri-sendiri. Kita pasti perang tiga matra bergabung menjadi satu," jelasnya.Djoko menjelaskan seluruh pesawat yang hadir merupakan F-16, terdiri atas varian F-16 AB dan F-16 CD yang telah ditingkatkan kemampuannya melalui program Mid-Life Upgrade (MLU).Ia berharap kehadiran enam jet tempur tersebut tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin mengenal peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan wilayah udara Indonesia.