5 Berita Populer: Pendapatan The Odyssey; Pementasan Rumah Sakit Jiwa

Wait 5 sec.

Salah satu cuplikan dari Film 'The Odyssey' yang tayang pada Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Universal PicturesPendapatan The Odyssey tembus Rp 13 triliun dalam 12 hari menjadi berita populer sepanjang Kamis (30/7).Menjadi gila di pementasan 'Rumah Sakit Jiwa' di Teater Koma juga menjadi sorotan. Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.1. Pendapatan The Odyssey Tembus Rp 13 Triliun dalam 12 HariSalah satu cuplikan dari Film 'The Odyssey' yang tayang pada Rabu (15/7/2026). Foto: Dok. Universal PicturesFilm The Odyssey garapan sutradara Christopher Nolan terus mencatatkan performa impresif di bioskop. Hanya dalam 12 hari penayangan, film epik adaptasi karya Homer tersebut telah mengumpulkan pendapatan global sebesar US$727,9 juta atau sekitar Rp 13 triliun, menjadikannya film terlaris keempat sepanjang 2026 sejauh ini.Berdasarkan data box office terbaru, The Odyssey meraih pendapatan US$320,5 juta di Amerika Utara dan US$407,4 juta dari pasar internasional. Dengan capaian tersebut, film yang dibintangi Matt Damon sebagai Odysseus itu kini hanya berada di bawah tiga film terlaris tahun ini.Posisi pertama masih ditempati Toy Story 5 dengan pendapatan lebih dari US$1,02 miliar, disusul The Super Mario Galaxy Movie dan film biopik Michael, yang masing-masing telah melampaui US$1 miliar di box office global.Melihat laju pendapatannya, The Odyssey diperkirakan akan segera menyusul ketiga film tersebut menembus klub pendapatan US$1 miliar dalam waktu dekat. Pencapaian itu kembali menegaskan daya tarik Christopher Nolan dalam menghadirkan film yang mampu menjadi fenomena budaya sekaligus sukses secara komersial.2. Menjadi Gila di Pementasan "Rumah Sakit Jiwa" Teater KomaTeater Koma kembali menghadirkan salah satu karya ikoniknya, Rumah Sakit Jiwa di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Rabu (29/7/2026), setelah 35 tahun sejak pertama kali dipentaskan. Foto: Iqbal Firdaus/kumparanPementasan "Rumah Sakit Jiwa" karya Teater Koma digelar di Taman Ismail Marzuki, Rabu (29/7). nonton pagelaran ini tuh rasanya nano-nano dan bikin gatel—gatel pengen ngeshare ke grup julid circle karena se-relate itu. Banyak banget scene yang bukan cuma relevan, tapi—yang saya yakin banget—bikin mayoritas orang mikir "lho ini sih kehidupan kita sehari-hari enggak sih?"Naskah ini bercerita tentang seorang dokter muda, Rogusta, yang baru pindah ke sebuah rumah sakit jiwa. Di sana, dia merasa ada yang salah dengan sistem dan cara pengobatan pasien-pasiennya. Dia ingin merombaknya karena merasa harusnya ada lho metode yang lebih "manusiawi".Niat mulia yang disertai dengan kapabilitas yang mumpuni—Rogusta digambarkan sebagai dokter cerdas, lulus kuliah dengan predikat summa cum laude, kapten sepak bola, anak orang have, pokoknya one in a million lah cowok macem ini—pun ternyata tidak akan berhasil. Karena apa? Yak, karena kalah dengan sistem feodal dan senioritas yang kelewatan.Pementasan ini masih akan berlangsung hingga 2 Agustus 2026 nanti di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, setiap pukul 19.30 WIB. Tiket pertunjukan dapat dibeli melalui situs resmi Teater Koma dan platform Loket dengan harga mulai Rp100 ribu sampai Rp850 ribu.3. 3.500 Penampil Menyatukan Warna-warni Budaya Malaysia dalam Citrawarna 2026Citrwarna 2026 di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, Malaysia. Foto: Muthia Firdaus/kumparanDentuman musik tradisional mulai terdengar. Satu per satu penari memasuki kawasan Dataran Merdeka dengan balutan busana adat yang penuh warna. Di atas panggung dan sepanjang jalur parade, ribuan penampil menampilkan tarian, musik, hingga atraksi budaya yang menggambarkan keberagaman Malaysia.Sebanyak 3.500 penampil dari 13 negara bagian dan tiga Wilayah Persekutuan berkumpul dalam Citrawarna 2026. Festival budaya terbesar di Malaysia ini kembali hadir setelah terakhir digelar pada 2022 di Kuching, Sarawak.Festival yang menjadi bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 ini bukan hanya menjadi ajang selebrasi budaya masyarakat Malaysia.Lebih dari 700 wisatawan internasional, termasuk media, pelaku industri pariwisata, hingga content creator dari berbagai negara, turut diundang melalui Program Mega Fam untuk merasakan langsung kekayaan budaya Malaysia.4. Bantahan Jared Leto Usai Dituduh Lakukan Pelecehan Terhadap 10 PerempuanJared Leto tiba di acara Gucci selama Milan Fashion Week Fall/Winter 2022/23 di Milan, Italia, pada 25 Februari 2022. Foto: Vittorio Zunino Celotto/Getty ImagesDilansir The Hollywood Reporter, Rabu (30/7), dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Jared Leto merupakan bagian dari dokumenter terbaru BBC berjudul Jared Leto: Hollywood's Dark Secret.BBC menyebut telah memverifikasi sejumlah kesaksian para perempuan tersebut melalui keterangan teman dan anggota keluarga yang mengetahui cerita mereka pada saat kejadian. Dalam beberapa kasus, BBC juga mengaku telah melihat foto serta pesan yang disebut mendukung klaim tersebut.Leto membantah tuduhan yang diarahkan kepadanya lewat sebuah pernyataan dari perwakilannya."Saya tidak pernah melakukan pelecehan seksual terhadap siapa pun sepanjang hidup saya. Tuduhan-tuduhan ini sepenuhnya dan secara tegas tidak benar," ucap Leto.5. Demi Jadi Elle Woods, Lexi Minetree Tonton Legally Blonde Lebih dari 150 KaliPoster Serial Elle. Foto: Prime VideoAktris Lexi Minetree mengaku menonton film Legally Blonde lebih dari 150 kali sebagai bagian dari persiapannya memerankan Elle Woods di serial Elle. Baginya, memahami karakter ikonik yang sebelumnya diperankan Reese Witherspoon bukan hanya soal menghafal dialog, tetapi juga menangkap cara bicara hingga gestur khas sang karakter."Saya pasti menonton Legally Blonde lebih dari 150 kali selama proses casting, bahkan lebih banyak lagi setelah mendapatkan perannya. Pada satu titik saya merasa bisa memainkan seluruh film itu sendirian," ujar Lexi dalam sesi wawancara khusus.Menurut Lexi, ia tak ingin hanya menampilkan kepribadian Elle yang percaya diri dan pantang menyerah. Ia juga berusaha mempelajari detail-detail kecil yang membuat karakter tersebut begitu mudah dikenali."Saya benar-benar ingin mendapatkan suara, gestur, hingga cara bergeraknya. Sangat mudah membuat Elle terdengar seperti stereotip gadis California, padahal sebenarnya tidak begitu. Dia punya cara bicara yang sangat spesifik dan ritmenya khas," katanya.