Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Foto: Muhammad Fhandra/kumparanOtoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai tekanan jual investor asing di pasar saham Indonesia mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, meski secara kumulatif sejak awal tahun aksi jual bersih (net sell) masih mencapai sekitar Rp 74 triliun per 2 Juli 2026.Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan pergerakan dana asing merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan global dan tak dapat dipandang semata-mata sebagai cerminan fundamental pasar modal Indonesia."Karena itu, arus dana asing perlu dilihat dalam konteks global dan tidak semata-mata mencerminkan fundamental pasar modal Indonesia," ujar Hasan dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7)."Perkembangan pada periode terakhir menunjukkan kondisi pasar yang semakin stabil dengan tekanan jual asing yang mulai mereda (pada periode 13-17 Juli 2026, secara agregat tercatat net buy asing sebesar Rp 0,44 triliun)," tambahnya.Pengunjung melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jakarta, Jumat (10/4/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTOMenurutnya, stabilitas pasar juga didukung oleh peran investor domestik yang tetap aktif menjaga likuiditas dan stabilitas pasar di tengah gejolak global.Untuk menarik balik aliran dana asing, OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) bakal melanjutkan reformasi pasar modal. Mencakup penguatan transparansi dan kualitas data kepemilikan saham untuk mendukung penentuan free float, penyempurnaan metodologi penilaian High Shareholding Concentration (HSC), dan peningkatan efektivitas pengawasan terhadap aktivitas perdagangan dan risiko konsentrasi kepemilikan.Hasan menuturkan OJK juga bakal memperkuat komunikasi dengan investor institusi global dan penyedia indeks internasional untuk menyampaikan perkembangan reformasi pasar modal Tanah Air.