BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mengubah wajah layanan literasi agar lebih dekat dengan masyarakat. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispustakar), berbagai inovasi digulirkan dengan memadukan layanan perpustakaan konvensional dan digital sebagai upaya menyiapkan generasi literat di kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).Salah satu program unggulan yang dikembangkan adalah Alibaba (Anak Literasi Kebanggaan Balikpapan). Program ini dirancang untuk memperluas akses membaca bagi anak-anak melalui dua jalur, yakni layanan perpustakaan secara langsung dan platform digital yang dapat diakses lebih fleksibel.Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan untuk memperoleh bahan bacaan. Selain Perpustakaan Daerah, layanan literasi juga tersedia di perpustakaan sekolah, tujuh perpustakaan khusus milik instansi pemerintah, hingga perpustakaan yang berada di sejumlah masjid.Di sisi lain, transformasi digital terus diperkuat melalui aplikasi iBalikpapan dan pembangunan pojok baca digital yang akan ditempatkan di sejumlah ruang publik, seperti Taman Tiga Generasi dan Taman Bekapai. Fasilitas tersebut diharapkan mempermudah masyarakat mengakses berbagai koleksi bacaan kapan pun dan di mana pun."Jadi masyarakat memiliki dua pilihan akses literasi, yaitu secara konvensional melalui perpustakaan dan secara digital melalui layanan yang kami sediakan," ujar Neny, usai kegiatan Mendongeng Bersama Bunda Literasi di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Balikpapan, pada Rabu (29/7/2026).Selain memperluas akses membaca, pemerintah juga memprioritaskan pengembangan literasi keluarga sepanjang 2026. Program tersebut menyasar anak usia 0 hingga 18 tahun dengan pendekatan yang disesuaikan pada setiap jenjang usia agar pendidikan literasi lebih efektif.Menurut Neny, untuk anak sekolah dasar, Dispusip menjalankan program dongeng keliling sebagai media menumbuhkan kecintaan terhadap membaca. Sementara bagi pelajar SMA, pendekatan dilakukan melalui kegiatan literasi musik agar lebih sesuai dengan karakter generasi muda."Untuk saat ini kami menyasar siswa sekolah dasar melalui program dongeng keliling. Selanjutnya akan dilanjutkan kepada siswa SMA melalui kegiatan literasi musik. Setiap segmen pendidikan memiliki pendekatan yang berbeda dalam memberikan edukasi literasi," katanya.Ia menambahkan, penguatan budaya membaca merupakan arahan Bunda Literasi Kota Balikpapan bersama Wali Kota Balikpapan, agar kegemaran membaca masyarakat terus meningkat. Sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur sekaligus kota penyangga IKN, Balikpapan diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pembangunan budaya literasi.Meski pemerintah terus memantau capaian Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Neny menegaskan bahwa tujuan utama program yang dijalankan bukan sekadar mengejar angka statistik."Melalui berbagai kegiatan ini kami ingin mengenalkan literasi kepada masyarakat sejak usia dini sehingga budaya membaca tumbuh secara alami di lingkungan keluarga dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," pungkasnya.Dengan memperluas akses melalui perpustakaan, aplikasi digital, hingga pojok baca di ruang publik, Balikpapan tidak hanya membangun fasilitas literasi, tetapi juga membentuk ekosistem membaca yang diharapkan melahirkan generasi cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di era IKN. (*)