BorneoFlash.com, SAMARINDA — Perlindungan terhadap generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, upaya pencegahan juga membutuhkan peran keluarga, lingkungan, lembaga pendidikan, hingga tokoh masyarakat agar dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, M. Novan Syahronny, menegaskan bahwa penanganan persoalan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, seluruh pihak harus memiliki komitmen yang sama untuk menjaga dan membimbing generasi muda agar terhindar dari perilaku yang berpotensi merugikan masa depan mereka.Ia menilai langkah pencegahan harus diperkuat melalui edukasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil. Dengan demikian, informasi mengenai dampak dan risiko penyimpangan sosial dapat dipahami secara lebih luas dan merata.“Pada dasarnya semua pihak harus memiliki komitmen untuk bergerak bersama. Pencegahan tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Novan, pada Rabu (29/7/2026).Sebagai bentuk tindak lanjut, DPRD Kota Samarinda mendorong Pemerintah Kota Samarinda untuk memperluas kegiatan sosialisasi hingga tingkat Rukun Tetangga (RT). Langkah tersebut dinilai penting agar edukasi dapat menjangkau keluarga sebagai garda terdepan dalam pembentukan karakter anak dan remaja.Menurut Novan, berbagai program yang telah berjalan di tengah masyarakat dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian edukasi. Salah satunya melalui Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (Probebaya) yang selama ini menjadi wadah kegiatan berbasis lingkungan.Selain itu, Posyandu juga dinilai memiliki peran strategis sebagai media penyebaran informasi kepada masyarakat, khususnya orang tua. Melalui pendekatan tersebut, pemahaman mengenai pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak dapat ditingkatkan sejak dini.“Program yang sudah ada bisa dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat, baik melalui Probebaya maupun kegiatan di Posyandu. Dengan begitu, pesan-pesan pencegahan bisa sampai langsung kepada keluarga,” katanya.Ia berharap pemanfaatan jaringan sosial yang telah terbentuk di tingkat masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan generasi muda. Menurutnya, lingkungan yang peduli dan aktif memberikan edukasi akan menjadi benteng yang efektif dalam mencegah munculnya berbagai bentuk penyimpangan sosial.DPRD Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota juga berkomitmen untuk terus mendorong langkah-langkah preventif yang melibatkan masyarakat secara luas. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.“Ini menjadi perhatian bersama dan bagian dari langkah konkret yang terus kami dorong agar perlindungan terhadap generasi muda dapat berjalan lebih optimal,” tutup Novan. (*/advdprdsamarinda)