Listrik dari PSEL Legok Nangka Bandung Bakal Aliri 40.000 Rumah

Wait 5 sec.

Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparanPT PLN (Persero) menyatakan pasokan listrik dari Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, bakal dialirkan ke 40.000 rumah.Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengatakan bakal ada pembangunan jaringan transmisi untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut, secara paralel dengan pembangkit listrik."Dengan adanya PSEL ini kita akan membangun transmisi ke gardu yang terdekat," ujar Yuliot saat Groundbreaking PSEL Legok Nangka, Bandung, Rabu (29/7).PSEL Legok Nangka dirancang dengan kapasitas pembangkit sebesar 40,79 megawatt (MW). Nilai investasinya mencapai USD 400 juta atau setara Rp 7,5 triliun.Yuliot menjelaskan, pembangkit ini akan menggunakan teknologi incinerator atau tungku pembakaran bersuhu tinggi hingga 800 derajat celcius sehingga minim emisi dan tidak berbahaya untuk kesehatan."Seluruh bahan material yang masuk dalam fasilitas akan terolah dan terbakar dengan sempurna," tuturnya.Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparanDi tempat yang sama, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka dapat mengalirkan listrik untuk 40.000 rumah tangga, sekaligus mengurangi timbunan sampah di Jawa Barat."Pembangunan listrik akan dihasilkan nanti berkapasitas 40,79 MW, mampu melistriki 40.000 rumah, dengan produksi energi mencapai 310 GWh per tahun," ujar Suroso dalam laporannya.Suroso menyebut PLN telah meneken Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) selama 20 tahun dengan pengembang PSEL Legok Nangka, PT Jabar Environment Solution (JES), pada 31 Maret 2026."Dihitung dari penugasan Januari untuk proses procurement-nya termasuk yang paling cepat, hanya tiga bulan akhirnya kita sudah mencapai Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau PPA dengan periode mencapai 20 tahun," jelasnya.Kementerian ESDM pun telah menerbitkan Surat Penugasan kepada PLN terkait pembelian listrik dari PSEL Legok Nangka pada 19 Januari 2026. Financial Close ditargetkan tercapai pada akhir tahun 2026 dan masa konstruksi selama 41 bulan.Proyek ini diharapkan mulai beroperasi atau Commercial Operating Date (COD) pada kuartal I 2029. Kapasitas pengolahan sampah pada pembangkit ini mencapai 2.131 ton per hari atau sekitar 13 persen dari total timbunan sampah di Jawa Barat."Dan ini merupakan energi yang sungguh terbarukan karena secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik," kata Suroso.Groundbreaking Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Rabu (29/7/2026). Foto: Fariza Rizky Ananda/kumparanSuroso mengungkap harga listrik dari PSEL Legok Nangka yakni USD 6,92 sen/KWh untuk periode 1-2 tahun pertama berdasarkan kesepatakan B2B, kemudian USD 11,44 sen/KWh pada tahun ke-3 hingga 20 berdasarkan Perpres No 35 Tahun 2018."Tahap pertama tarif yang akan dibeli oleh PLN adalah 6,92 sen USD per kwh, kurang lebih setara dengan Rp 1.000, dan kemudian di tahap berikutnya 11,4 sen USD per kwh, kurang lebih mencapai Rp 1.600," ujarnya.Pasokan listrik dari PSEL Legok Nangka, kata Suroso, akan dialirkan melalui Gardu Induk New Rancakasumba 150 KV dan sudah dijamin melalui Perpres No 35 Tahun 2018."Jadi berapa pun produksi dari sampah ini PLN akan terus membeli dan menyalurkan kepada masyarakat," tandas Suroso.